31 C
Semarang
, 31 March 2023
spot_img

Apindo dan PHRI Karanganyar Keluhkan Harga Mahal Vaksin Gotong Royong

Karanganyar, Jatengnews.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar mengeluhkan mahalnya harga Vaksin Gotong Royong yang hampir mencapai Rp500.000 untuk sekali vaksin.

Dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya,  Ketua Apindo Karanganyar Edi Darmawan menyampaikan, harga vaksin yang ditetapkan tersebut berdasarkan  Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut,  harga Vaksin Gotong Royong perdosis senilai Rp321 ribu dengan tambahan tarif pelayanan vaksin sebesar Rp117 ribu.

Menurut Edi Darmawan, harga yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut sangat memberatkan. Apalagi saat ini, ujar Edi Darmawan, kondisi perusahaan masih belum pulih sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kondisi perusahaan saat ini sangat berat. Apalagi perusahaan baru saja mengeluarkan THR bagi para karyawan. Terus terang harga vaksin tersebut sangat mahal,”ujarnya Selasa (25/05/2021).

Edi Darmawan mencontohkan, jika vaksin tersebut diberikan kepada para karyawan  perusahaan dengan jumlah 1000 orang, maka biaya yang dikeluarkan untuk vaksin sebesar Rp1 miliar. Pasalnya pemberian vaksin diberikan sebanyak dua kali. Maka biaya vaksin untuk satu karyawan sebesar Rp1 juta.

“Pemerintah seharusnya memberikan keringanan, sehingga perusahaan dapat memberikan vaksin kepada para karyawannya,”tegasnya.

Ditambahkannya, Apindo mendorong agar pemerintah untuk segera melaksanakan program vaksinasi bagi warga 50 tahun ke atas, sehingga perusahaan bisa mendaftarkan setiap karyawan yang masuk kriteria usia itu.

Hal senada disampaikan penasehat PHRI Karanganyar Karwadi. Pandemi Covid-19 berdampak kepada sepinya  pariwisata di Karanganyar dan berakibat kepada sepinya tingkat hunian hotel.

“Jika harus terbebani dengan biaya vaksinasi sebesar satu juta rupiah, terus terang kami tidak sanggup. Kami sangat berharap ada bantuan dan keringanan dari pemerintah,”harapnya. (Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan