27 C
Semarang
, 8 December 2022
spot_img

Covid-19 Meningkat, Gus Mus: Kita Dituntut Lebih Peduli dengan Sesama

Semarang, Jatengnews.id – Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau yang lebih akrab disapa Gus Mus mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 merupakan musibah kemanusiaan dan dituntut lebih peduli dengan sesama.

Apalagi, beberapa waktu terakhir ini kenaikan jumlah Covid-19 sedang melonjak. Bahkan banyak rumah sakit saat ini dipenuhi oleh pasien corona. Hampir setiap saat di media sosial juga bertebaran kabar duka terkait sanak keluarga yang wafat dan kebanyakan karena pandemi yang terjadi.

“Jadi saya muskil kalau pandemi yang merupakan wabah kemanusiaan, yang mengenai siapa saja ini, masih ada yang tidak mempercayainya atau ada yang menganggap ini sepele,” ujarnya dalam video yang diunggah melalui akun sosial media pribadinya dan kanal YouTube  Kemenag RI, Senin (21/06/2021).

Gus Mus juga mengingatkan bagaimana dampaknya pandemi ini terhadap kebijaksanaan Pemerintah Saudi Arabia tentang haji dan umroh yang juga membuat masyarakat gundah.

“Seperti yang sering saya katakan, bahwa (pandemi) Ini adalah musibah kemanusiaan, bukan hanya musibah perorangan, kelompok, partai, negeri, daerah, etnis, agama, tapi kemanusiaan secara keseluruhan,” tambahnya.

Melonjaknya jumlah positif Covid-19, juga seharusnya menggugah rasa kemanusiaan masyarakat. Khususnya dengan melihat tenaga kesehatan yang sudah berjuang dan merasakan kelelahan.

“Maka ini tentu saja rasa kemanusiaan kita, terutama sebagai bangsa Indonesia yang berperikemanusiaan yang Adil dan beradab lalu membuat kita harus bersikap lain. Memprioritaskan persoalan kemanusiaan ini dari yang lain-lain,” tegasnya.

Gus Mus berharap pemerintah hendaknya tegas dalam penanganan Covid-19 seperti yang diimbau oleh banyak kalangan.

“Apakah mau membatasi kegiatan masyarakat, atau apa. Yang jelas pemerintah harus melakukan tindakan yang tegas, yang jelas untuk menanggulangi. Atau istilahnya menarik rem darurat segera, jangan ditunda-tunda. Ini prioritas,” ujarnya.

Dia berharap tokoh-tokoh masyarakat agar bisa ikut mensosialisasikan dan menjelaskan kepada masyarakat yang belum paham dan menganggap virus ini tidak ada, dan kepada mereka yang sudah bosan melaksanakan protokol kesehatan.

Dan yang terakhir, Gus Mus mengajak masyarakat turut berdoa dan memohon ampunan kepada Allah. Jadi usaha yang dilakukan tidak hanya secara lahir, namun juga batin.(Devan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan