27 C
Semarang
, 8 December 2022
spot_img

Jenang Kelapa Khas Demak, Resep Warisan Leluhur yang Terjaga Kelestariannya

Demak, Jatengnews.id – Jenang Kelapa adalah salah satu kuliner jenis dodol legendaris khas Demak yang tetap dijaga kelestariannya sampai saat ini. Sinonimnya sendiri biasa disebut warga setempat Jenang Klethok.

Uniknya kuliner yang identik dengan tekstur dan rasa legit manis ini tidak hanya menggunakan santan saja sebagai bahan baku, namun juga menggunakan irisan potongan daging kelapa sehingga terdapat sensasi kriuk dan gurih dalam setiap gigitan.

Baca juga: Ini Wisata Kuliner Demak yang Wajib Food Hunter Cobain

“Khasnya jenang pakai kelapa, itu dirajang (potongan-potongan). Jadi terasa itu kelapanya kalau di makan,” ujar Taufik Hermansyah (43) penjual dan pembuat Jenang Kelapa.

Menurutnya Jenang Klethok merupakan warisan leluhur dari keluarga nenek moyang sang istri. Ia sendiri berasal dari Semarang dan kebetulan memiliki istri orang Demak.

“Dari dulu ada, sejak nenek moyang. Resepnya itu, keluarga istri turun temurun. Kebetulan kan saya dapat orang sini (Demak),” katanya.

Warga yang berdomisili di Kelurahan Bintoro Demak itu menyebut, setiap hari ia bisa memproduksi 50 kilogram jenang.

Hasil produksi Jenang Kelapa tidak hanya ia jual sendiri, namun juga didistribusikan di pedagang-pedagang lain dengan sistem titip.

Jenang Kelapa khas Demak.(Foto:Zaidi)

Selain itu, ia sering mendapatkan pesanan dari luar kota, utamanya wilayah Jawa Timur untuk keperluan hajatan maupun lainnya.

“Saya kasih ke sana bakul-bakul itu, pelanggannya kan banyak pernah itu Tuban buat khol saya kirimi,” imbuhnya.

Berbeda dari Jenang Kudus yang dibungkus kecil-kecil sebesar ibu jari orang dewasa, Jenang Kelapa sendiri masih berbentuk lembaran mirip kue tar dan diwadahi dengan nampan. Namun juga terdapat kemasan plastik dengan ukuran berat 0,5 hingga 1 kilogram.

Baca juga: Manisnya Shahah, Terbuat Jambu dan Belimbing Demak

“Harganya kalau luar kota itu, Rp 30 sampai 35 ribu. Ini (di Demak) saya jual paling Rp 25 ribu hingga Rp 20 ribu. Setengah kilo ini paling Rp 10 ribu,” imbuhnya.

Selain jenang dengan irisan atau potongan kelapa, Taufik sendiri juga menyediakan jenang tanpa kelapa. Sehingga apabila pelanggan bisa menyesuaikan selera.

Bagi anda yang berminat Jenang Kelapa khas Demak ini bisa datang langsung ke pusat oleh-oleh kompleks Makam Sunan Kalijaga. Apabila ingin membeli di pembuatannya langsung bisa datang ke ruko  samping Masjid Sunan Kalijaga atas nama Taufik Hermansyah. (Adv/Zaidi-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan