28 C
Semarang
, 5 December 2022
spot_img

Pecinta Kopi Wajib Kunjungi, Café Kopi Sejak Jaman Belanda

Semarang, Jatengnews.id – Tempat ngopi memang menjadi ruang yang sangat dicari masyarakat, khususnya mereka para pencinta kopi.

Ini bisa didapatkan di Dharma Boutique Roastery yang berlokasi di Wotgandul Barat Semarang.

Saat di area tersebut tercium aroma kopi yang khas yang berasal dari dalam bangunan tua.

Baca juga: Kopi Pak Tjarik, Sensasi Nongkrong Nuansa Jawa Klasik di Kota Semarang

Ketika menengok kedalam, terlihat biji kopi berjejaran, mesin giling dan rousting manual, dan dihalamannya terdapat kursi berjejeran layaknya warung kopi kekinian.

Warung kopi yang berdiri sejak tahun 1916 ini, pada masa keemasannya pernah mengekspor sampai ke Malaysia dan Singapura.

Sekarang, saham warung kopi tersebut dipegang oleh generasi ke tiga Widayat Basuki Dharmowiyono (77).  Di café ini para barista menggiling dan melakukkan rousting kopi dengan alat tradisional.

“Di era pertengahan lapan puluhan saya masih memakai yang bentuk bola (mesin pemberian dari belanda yang membakarnya menggunakan kayu) pertengahan 80 an,” jelas Widayat.

Di masa itu, tempat ini menjadi pabrik kopi yang cukup besar dan biasa memproduksi dengan jumlah yang besar secara manual dengan mesin pemberian dari Belanda.

“Sekarang masih memakai mesin yang lama, bahkan lebih lama dari mesin yang ada dipabrik,” tuturnya.

Untuk alasan ia kembali memakai mesin lama, yang relatif lebih kecil, karena konsumen sekarang pesannya berbagai jenis. Sehingga tidak memungkinkan jika melakukan produksi besar dengan mesin yang terdapat didalam pabrik.

Baca juga: Kopi Tugiman Asal Banjarnegara Banjir Pesanan

“Dulu hanya robusta dari Jawa Tengah, kalau sekarang robustanya diambil dari tempat lain, ada Flores, Lampung, dan banyak lagi,” ucapnya.

Widayat menjelaskan melakukan pemasaran menggunakan online dan konsumen paling jauh dari daerah Medan. Untuk kopinya, juga berbagai jenis dari seluruh Indonesia.

Hery salah satu pengunjung mengatakan tempat ini memiliki sejarah. Ia mengaku datang untuk mencoba, secara langsung kopi hasil roustingan di tempat ini. (Kamal-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan