28 C
Semarang
, 23 February 2024
spot_img

Polres Karanganyar Tangkap Pelaku Penganiayaan Siswa Pencak Silat

Karanganyar, Jatengnews.id – Polres Karanganyar tangkap lima pelaku penganiayaan Wildan Ahmad (14) siswa yang meninggal ketika latihan pencak silat.

Lima pelaku penganiayaan yang ditangkap yakni BP (21) warga Dusun Pendem Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu, RS (20) warga Dukuh  Tanjungsari Kelurahan Tegalgede, AE, (17) warga Dukuh Tanjungsari Kelurahan Tegalgede, HT  (16) pelajar warga Dukuh Manggung Kelurahan Cangakan,  MA (15) pelajar, warga Dukuh Manggung Kelurahan Cangakan, serta TTL (16) warga Dukuh Manggung Kelurahan Cangakan.

Baca juga: Polres Karanganyar Selidiki Kasus Siswa Meninggal Usai Latihan Pencak Silat

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga mengamankan baju perguruan silat  Pagar Nusa yang dipakai korban..

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy melalui Kasi Humas AKP Imam dalam siaran persnya Senin (27/11/2023) menyampaikan, kelima terduga pelaku  diamankan setelah meminta keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Para pelaku sudah kita amankan. Dari lima terduga pelaku, tiga diantaranya adalah pelajar,”ujarnya.

AKP Imam menjelaskan, kasus dugaan penganiayaan tersebut bermula saat korban beserta temannya melakukan latihan pencak silat di Halaman SD Negeri 2 Cangakan Karanganyar, pada  Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, korban diminta untuk membawa siswa baru sebanyak 4 orang. Menurut AKP Imam, karena korban tidak mendapatkan siswa sejumlah 4 orang akhirnya korban  mendapatkan hukuman.

Hukuman yang diberikan kepada korban berupa  sikap kuda kuda ambil nafas kemudian dipukul dan tendang oleh terduga pelaku.

Baca juga: Ratusan Penari Semarakkan HUT Pertama KKI

“Hukuman berupa tendangan tersebut mengakibatkan korban jatuh dan tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke ruang kelas untuk diberikan pertolongan dengan memberikan air mineral,”terangnya.

AKP Imam menambahkan, kondisi korban semakin parah. Dan akhirnya meninggal dunia.

Disisi lain, sampai saat ini, korban masih menjalani autopsi di rumah sakit Moewardi Solo. (Iwan-02).

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan