30 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

15 Peserta Tercepat di Siksorogo Lawu Ultra ke 4

Karanganyar, Jatengnews.id – Sebanyak 15 pelari menjadi yang tercepat di Siksorogo Lawu Ultra ke 4 yang digelar di Gunung Lawu Karanganyar Minggu (3/12/2023).

15 pelari tercepat di Siksorogo Lawu Ultra ke 4 ini terdiri dari 10 pelari pria dan 5 pelari pria yang menyentuh garis finish di kategori 80 km.

Untuk pelari pria yang finish pertama di kategori 80 km yaitu Hamem Aulia dengan waktu 13 jam 20 menit 40 detik. Sedangkan pelari Wanita finish pertama oleh Gigi H dengan waktu 15 jam 59 menit 26 detik.

Baca juga: Siksorogo Lawu Ultra ke 4 Kembali Digelar

Sedangkan di kategori 77 km, 20 pelari menyentuh finish yang terdiri dari 10 pelari pria dan 10 pelari wanita.

Tim asal Filipina meraih poin terbanyak. Masing-masing atas nama John Ray Onifa, Yoyong Sacayle, Avelino Versola III, Sean Aying, Angeli Cabalo dan kawan-kawannya.

Pada kategori 80 km pelari menempuh jalur pegunungan sekitar Sekipan – Desa Beruk- Wonomulyo- Gunung Jobolarangan- Gunung Mongkrang – Cemoro Kandang – Puncak Lawu – Candi Cetho – Kebun Teh Kemuning- Kebun teh Ngargoyoso – Segoro Gunung – Tahura – Telaga Madirdo – Pancot – Sekipan.

Para peserta  mulai berlari pada Sabtu (2/12/2023) pukul 06.00 WIB. Adapun cut off time (COT) UltraTrail untuk pria pada Minggu pukul 05.00 WIB dan wanita pukul 06.00 WIB.

Ketua Umum Siksorogo Lawu Ultra ke 4, Fajar Brilianto mengatakan untuk kategori 80 km diikuti finalis  Asia Trail Master Championship yang telah mengiktui  20 seri event kejuaraan lari yang digelar tahun 2023 di berbagai negara Asia.

Baca juga: Ganjar Terhenti di 5 KM Pertama dari Target 15 KM Siksorogo Lawu Ultra, Kenapa?

“Kejuaraan ini menjadi penutup dari 20 seri yang digelar sebelumnya,”jelasnya.

Sementara itu, Pembina Siksorogo Lawu Ultra ke 4 Toni Hatmoko menuturkan, kejuaraan ini sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan objek wisata kepada dunia internasional.

Dikatakannya, ribuan peserta yang mengikuti kejuaraan ini sangat berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

“Saya  berharap lomba lari trabas alam di lereng Gunung Lawu itu mendunia dan menjadi icon trail runner,”harapnya. (Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan