30 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Pemkot Semarang Gandeng Petani Perkotaan Manfaatkan Tanah Tak Terpakai

Semarang, Jatengnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang  bekerja sama dengan petani perkotaan untuk mengelola aset tanah yang tidak terpakai.

Adapun, petani perkotaan bisa memanfaatkan lahan milik Pemkot Semarang untuk bercocok tanam tanpa membayar uang sewa lahan. Hanya saja, nanti pemkot meminta untuk bagi hasil namun presentase keuntungan lebih tinggi petani.

Baca juga : Cara Pemkot Semarang Angkat Potensi dan Lindungi Petani Durian Lokal

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa pemanfaatan lahan tidur ini juga bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan petani perkotaan di samping menjaga daulat pangan. Saat ini, proses kerja sama itu masih dalam tahap pendataan aset tanah tidur.

“Jadi apa yang sudah disampaikan bapak Presiden mana-mana yang memang bisa dikerjasamakan dengan masyarakat, ya kita harus proses. Termasuk pemanfaatkan lahan tidur. Dan saya sudah melakukan ini, sedang diinventarisir oleh BPKAD mana tanah-tanah sensus yang bisa digunakan untuk sewa. Tapi ternyata kalau bagi petani untuk ketahanan pangan, biaya masih tinggi. Sehingga nanti kita alihkan ke Dinas Pertanian untuk model yang bagi hasil,” ujarnya, Senin (04/12/2023).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Jateng, Dwi Purnama mengapresiasi kinerja Pemkot Semarang dalam pencapaian program PTSL. Ia menyebut jika bantuan-bantuan Pemkot Semarang untuk program PTSL sangat meringankan beban masyarakat. Dirinya berharap, Pemkot Semarang bisa menjadi percontohan untuk penargetan program PTSL.

Baca juga : Pemkot Semarang Segera Inventarisir Tanah Bengkok Boleh Dimanfaatkan Petani

“Mungkin untuk daerah lain memang sesuai dengan Inpres (instruksi presiden), tentu saya minta bupati atau wali kota untuk memberikan anggaran ke dalam APBD dan itu dilindungi oleh Inpres. Sehingga bupati atau wali kota bisa berperan, tidak ada masalah. Seperti Kota Semarang atau daerah lain. Itu biaya BPHTB Wali Kota memberikan diskon 40 persen kepada masyarakat. Dan itu termasuk bagian membantu pengentasan kemiskinan extreme,” katanya. (03)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan