30 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Hukuman Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim, CEO PSIS Semarang : Sangat Berat dan Tak Adil

Semarang, Jatengnews.id – Dampak ricuh antar suporter ketika PSIS Semarang lawan PSS Sleman Minggu (3/12/2023) lalu, PSIS Semarang terkena hukuman dari komdis PSSI yakni pertandingan tanpa penonton sampai akhir musim Liga 1 musim 2023-2024.

PSIS dikenakan sanksi pertandingan tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi Liga 1 2023/24 karena dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena terjadi pengulangan kejadian yang sama yaitu keributan suporter PSIS Semarang dan suporter Klub Tamu.

“Merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Klub PSIS Semarang dikenakan sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah, sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat sampai dengan Kompetisi BRI Liga 1 Tahun 2023-2024 berakhir,” bunyi hukuman pada surat Komite Disiplin tersebut yang dikirim pada Rabu (6/12/2023) malam.

Baca juga: PSIS Semarang Evaluasi Pasca Laga Lawan PSS, Sistem Ticketing Bakal Diperketat

Selain itu, PSIS juga dikenakan sanksi denda sebesar Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menegaskan hukuman dari komdis PSSI ini sangat berat dan tak adil sama sekali. Apalagi PSIS Semarang sebenarnya yang menjadi korban di Jatidiri.

“Ini hukuman sangat berat dan tidak adil karena larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim. Yang kami sesalkan, kami itu justru jadi korban disini, kenapa justru dihukum seberat itu. Usaha Panpel juga sudah maksimal, dari awal hingga pada saat kejadian gerak cepat dan apa yang terjadi di stadion bisa segera diatasi dengan baik hingga semua pihak yang berada di stadion bisa pulang dengan selamat,”,tegas Yoyok Sukawi Kamis (7/12/2023).

Yoyok menambahkan pihaknya dipastikan akan mengajukan banding terkait sanksi berat tersebut.

“Kami akan mengajukan banding karena di dalam surat juga disebutkan bahwa kami dapat banding. Semoga masih ada titik cerah bagi kami untuk mendapatkan keadilan,” harap Yoyok.

Perlu diketahui hukuman dari komdis PSSI ini terkesan dipaksakan dan ingin mengembosi performa PSIS Semarang yang sedang ‘’on the track’’ musim ini.

Hingga pekan 20 yang sudah dilakoni PSIS Semarang nangkring di posisi empat klasemen dengan 37 angka.

Baca juga: Menang atas PSS Sleman, PSIS Semarang Naik Peringkat Tiga

Hukuman ini sangat berat, tak adil, dan terkesan ‘’aneh’’. Apalagi PSIS Semarang sebelumnya tidak pernah mendapatkan hukuman, dan ketika terkena hukuman dari komdis PSSI yakni pertandingan tanpa penonton sampai akhir musim.

Sedangkan di satu sisi kejadian keributan suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo yang berujung perusakan fasilitas bench pemain, PSS Sleman hanya mendapatkan hukuman tiga pertandingan tanpa penonton.

Ada lagi kasus kericuhan Liga 2 antara Gresik United lawan Deltras FC di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (19/11/2023), mengakibatkan 28 orang luka-luka, pihak keamanan sampai harus  mengeluarkan gas air mata, namun Komdis PSSI hanya menghukum sanksi empat pertandingan tanpa penonton. (02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan