31 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Menilik Makam Tokoh Legendaris Raden Sawunggaling Demak,  Wisatawan Meningkat Setiap Tahun Politik

Demak, Jatengnews.id – 1,4 kilometer arah utara dari pusat kota Alun – Alun Demak terdapat makam tua Raden Sawunggaling tokoh legendaris yang konon ahli pemerintahan era Kerajaan Demak sekaligus adik dari Raden Fatah.

Menapaki komplek makam seluas 2500 meter persegi itu terasa teduh, banyak dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang,  seolah memasuki dimensi berbeda dari Kota Wali yang cukup gersang dengan capaian suhu udara 33 derajat celcius.

Di tengah komplek makam terdapat dua bangunan cungkup, ukuran 5 x 5 meter persegi makam Raden Sawunggaling dengan ukiran nisa khas bangswawan Majapahit dan cungkup ukuran 3 x 3 meter dikenal dengan makam Mbah Dirjo.

Baca juga: KPU Demak Buka Pendaftaran KPPS Pemilu 2024

Hampir setiap harinya komplek makam yang terletak di Kampung Sawunggaling RT 6 RW 10 Kelurahan Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak itu terasa sepi tanpa kunjungan peziarah.

Namun kondisi ini berbaanding terbalik pada malam tertentu, sepanjang petang hilir mudik peziarah silih berganti mengunjungi cungkup makam Raden Sawunggaling.

“Kebanyakan peziarah malam hari, paling ramai biasanya malam Jumat Wage. Banyak mobil-mobil pribadi sampai bingung parkir dimana,” ujar Penjaga Makam R Sawunggaling, Solikhin, Kamis (07/12/2023).

Makam R Sawunggaling kurang populer di telinga masyarakat Kabupaten Demak, namun justru banyak dikunjungi dari berbagai daerah, seperti Kudus, Jepara, Solo, hingga daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Kebanyakan dari Kudus, Jepara, Jawa Timur ada juga Solo, Jawa Barat. Saya sempat tanya meraka habis ziarah ke Suanan Kalijaga dan Masjid Agung Demak terus mampir ke sini,” ungkapnya.

Menurut Solikhin, pada momentum tahun politik, Pilkades dan pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) kunjungan wisatawan religi semakin meningkat.

Kendati demikian, ia selalu berpikir positif setiap wisatawan religi yang datang untuk berdoa sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Sekarang wisatawan meningkat, pas Pilkades banyak yang ziarah. Waktu pendaftaran PPPK juga ada,” terangnya.

Raden Sawunggaling dalam Sejarah

Kepada Jatengnews.id Solikhin bercerita, konon Raden Sawunggaling merupakan adik dari Raden Fatah, putra Brawijaya V yang diutus ke Demak untuk membantu mendirikan kerajaan.

“Raden Sawunggaling dikenal ahli pemerintahan diutus membantu Raden Fatah. Beliau menyebarkan agama Islam karena keyakinannya seorang Muslim,” katanya.

Kendati demikian, Solikhin tak bisa membenarkan sepenuhnya tentang cerita R Sawunggaling. Pasalnya cerita itulah yang ia warisi dari para pendahulu Kampung Sawunggaling.

“Katanya orang – orang sepuh seperti itu, pendahulu daerah sini (Kampung Sawunggaling) saya mendapatkan cerita dari mereka,” ujarnya.

Baca juga: Jalan Menuju Wisata Candi Cetho Rusak Parah

Menurut solikhin, bukti lain Raden Sawunggaling adik Raden Fatah adalah batu nisan yang digunakan menyerupai ukiran khas bangswawan.

“Ada budayawan yang pernah ke sini, katanya ukiran nisan makam ini khas bangswawan Majapahit. Saya tidak tahu pasti, tapi kata beliau seperti itu,” katanya.

Solikhin menambahkan, makam R Sawunggaling juga sempat didatangi wisatawan religi dari Kota Solo. Ketika ditanya, ia menziarahi leluhurnya yang ada di Kampung Sawunggaling.

“Ini leluhur saya, leluhur saya dari Demak ya ini Raden Sawunggaling,” kata Solikhin menirukan peziarah.(Zaidi-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan