30 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Polres Wonogiri Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana Akibat Hutang Piutang

Wonogiri, Jatengnews.id – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Wonogiri berhasil mengungkap misteri pembunuhan yang terjadi tahun 2021 dan 2022 lalu.

Terungkapnya kasus ini, setelah sebelumnya, Sat Reskrim membongkar tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh SM (35) di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, dalam ungkap kasus yang digelar di Mapolres setempat Sabtu (9/12/2023) menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap SM terungkap bahwa dia pernah memiliki masalah utang piutang dengan korban S warga Jatipurno yang sebelumnya dilaporkan hilang pada tahun 2022.

Baca juga: VIDEO Polda Jateng Amankan 8 Debt Collector

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan, SM mengakui telah membunuh S. Dia nekad membunuh S karena selalu ditagih hutang.

“Kepada penyidik pelaku mengaku kesal terus-menerus ditagih korban, Pelaku SM akhirnya memberi korbanya minuman yang telah dicampur dengan potas (potassium sianida) sehingga tewas lalu jasadnya dikubur di kebun,”ungkap Kapolres.

Tidak hanya membunuh S, SM juga menghilangkan nyawa AS(47) warga Klaten. Sebelumnya AS juga dinyatakan hilang oleh pihak keluarga pada tahun 2021 lalu.

Dikatakan Kapolres, berdasarkan laporan keluarga pada tahun 2021 di Polres Wonogiri bahwasanya AS terakhir kali berpamitan  menemui pelaku untuk menagih hutang.

Baca juga: Polres Klaten Musnahkan Ribuan Knalpot Brong

“SM juga membunuh AS hanya persoalan hutang piutang. Jasad korban dikubur di salah satu ladang warga,”jelasnya.

Atas perbuatanya menghilangkan nyawa korban korbanya tersangka itu dijerat Pasal 339 dan 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Penyidik Satreskrim Polres Wonogiri hingga saat ini masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait dengan kemungkinan adanya korban lain. (Iwan-02)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan