31 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Indahnya Wisata Religi Ke Masjid Kapal Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Kota Semarang tak hanya memiliki Masjid Agung Jawa Tengah, sebagai destinasi wisata religi. Ada juga masjid Masjid As Safinatun Najah yang berada di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan.

Dalam bahasa Indonesia, nama Safinatun Najah berarti kapal penyelamat. Seperti namanya, masjid ini memiliki arsitektur yang unik yaitu berbentuk kapal. Maka wisatawan lebih mengenalnya sebagai Masjid Kapal.

Baca juga : Salat Jumat di Masjid Darul Iman Genuk, Yoyok Sukawi dan Dewangga Diserbu Penggemar

Masjid Kapal Semarang dibangun pada tahun 2015 dengan luas tanah sekitar 7,5 hektare dan luas bangunan sekitar 2 hektare. Luas bangunannya sendiri sekitar 2.500 meter persegi.

Sejak didirikan hingga kini, keberadaan masjid ini memberikan berkah bagi masyarakat sekitar. Banyak pedagang memanfaatkan wisata ini untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga Di sekitar Masjid Kapal berderet kios-kios yang menjajakan kuliner bagi pengunjung. Warung oleh-oleh juga dijumpai di pinggir jalan dekat masjid ini.

Beberapa makanan yang bisa dijumpai di kios tersebut, diantaranya onde-onde, kerupuk, gula kacang, kripik wader, tape ketan dan tape singkong. Cukup dengan Rp 5.000 kita bisa membawa tape singkong yang dibungkus daun pisang dalam ceting.

Seperti disampaikan Puji, warga setempat yang membuka kios jajanan di jalan seberang masjid. Wanita paro baya itu bercerita, sebelumnya membangun lapak jagung bakar dan sosis bakar di dekat Taman KB, sekitar alan Pandanaran II Semarang,

Namun setelah tak lagi punya lapak untuk jualan, menyusul program revitalisasi dan dibangunnya Taman Indonesia Kaya, dia memutuskan pulang kampung dan membuka kios dengan sistem sewa.

”Mungkin rezeki saya juga ada di sini. Keberadaan Masjid Kapal sebagai daerah wisata membuat kami bisa melanjutkan kehidupan,” katanya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin (05/02/2024).

Masjid Kapal boleh dikata salah daya tarik wisata di Jawa Tengah. Saat ini pun masih ramai dikunjungi, seperti anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Wisata ini ramai dikunjungi pas masa liburan. Pada liburan Tahun Baru 1 Januari 2024 lalu, pengunjung ditaksir mencapai 1.500 orang.

Salah satu keunikan dari masjid ini adalah pada desainnya yang menyerupai kapal yang konon terinspirasi dari kapal Nabi Nuh AS. Di sekeliling bangunan masjid, terdapat kolam yang menjadikan bangunan seperti kapal yang sedang berlayar.

Apa saja yang ada di Masjid Kapal ? Di sini ada Gedung Serbaguna di lantai 1  yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan warga semisal pernikahan, bazar atau pun pameran. Meski bisa digunakan untuk acara pribadi, ada beberapa aturan dan batasan yang dibuat di sini.

Salah satu tempat favorit Masjid Kapal adalah rooftop atau atap terbuka yang berada di lantai empat. Di bagian rooftop ini terdapat kubah masjid, ruang perpustakaan dan balai untuk tempat bersantai.

Dari ketinggian rooftop, wisatawan bisa melempar pandangan ke arah sawah, kebun dan pepohonan indah yang ada di sekitar masjid.

Wisata Favorit

Tak heran bagian teratas dari Masjid Kapal Semarang ini menjadi salah satu tempat favorit bagi banyak orang untuk bersantai sambil membaca buku. Bahkan mereka bersandar di buritan sambil berswafoto. Spot ini cukup instagramable.

Masjid Kapal memang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Justru kondisi ini yang menjadikan masjid ini terasa asri, sejuk, dan tenang.

Salah satu wisatawan Aris Suparno (70) mengatakan, bersama 40 rekan komunitasnya yaitu Gober (Gowes Bareng) asal Tlogosari Semarang, sengaja healing ke Masjid Kapal. Selain menikmati keindahan arsitekturnya, juga melepas penat dari rutinitas.

Dengan naik odong-odong, selama perjalanan menuju lokasi masjid, mereka disuguhi suasana khas alam pedesaan yang damai dan asri,

”Arsitektur bangunannya menarik. Suasana tenang, kami singgah juga untuk menunaikan salat Zuhur berjamaah. Selain itu, bersama teman-teman kami naik ke rooftop untuk foto-foto. Saya kira  wisata ini tetap booming untuk mendatangkan wisatawan ke Jateng karena punya faktor pembeda,” beber  Aris.

Perjalanan ke Masjid Kapal tidak terlalu sulit. Terlebih, kawasan ini sudah masuk dalam peta aplikasi Google Maps sehingga membantu pengunjung ke tempat tersebut. Masjid Kapal dapat diakses melalui banyak jalur, namun mayoritas pengunjung menggunakan Jalan Prof Dr Hamka lalu menuju Jalan Gondoriyo, tepatnya sebelum Lapas Kedungpane, Semarang.

Namun, tenang saja, karena akses jalan di sini cukup bagus sehingga bisa dilewati kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.

Harga tiket masuk untuk berkunjung ke Masjid Kapal Semarang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp3.000 saja.

Baca juga : Jokowi Lakukan Groundbreaking Masjid Negara di IKN Bisa Tampung 61 Ribu Jamaah

Selain bisa digunakan untuk tempat beribadah, tempat ini juga bisa dijadikan sebagai tempat mencari sebuah ketenangan. Banyak orang yang sengaja datang pada sore hari untuk mengabadikan sunrise dari rooftop. (03)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan