31 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

VIDEO Rektor SCU Semarang Tolak Permintaan Polisi Bikin Video Apresiasi Presiden

JatengNewsTV – Berikut kami sajikan video Rektor SCU Semarang tolak permintaan polisi bikin video terkait apresiasi Presiden Jokowi.

Bagi anda yang ingin menonton video Rektor SCU Semarang tolak permintaan polisi bikin video bisa anda klik gambar di atas.

Sebelumnya, Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang Ferdinandus Hindarto diminta membuat video apresisasi presiden.

Rektor SCU Semarang atau dikenal dengan Universitas Katolik Soegijapranata mendapatkan pesan ajakan dari anggota polisi untuk membuat video apresiasi atas kinerja Presiden Joko Widodo.

Tonton juga: VIDEO Pj Bupati Karanganyar Ajak Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu

Rektor SCU Semarang Ferdinan menyatakan, bahwa ada orang yang menghubunginya melalui pesan singkat Whatshapp, untuk membuat video tentang pernyataan pemilihan umum dan kinerja Presiden.

“Terkait dengan orang yang menghubungi saya, yang meminta saya membuat pernyataan, saya katakan, ‘Mas saya menghormati jenengan menjalankan tugas, saya tahu betul itu, tetapi tolong saya juga di hormati karena sata juga punya pilihan untuk mengambil sikap.’ Kira-kira gitu,” jawab Rektor SCU Semarang menolak ajakan tersebut jika harus membuat video pernyataan, Selasa (6/2/2024).

Alasan dirinya menolak membuat video pernyataan soal pemilu tersebut, karena ingin menunjukan bahwa kampus yang ia pimpin bersikap netral dalam Pemilu 2024.

“Di kampus ini pun kami tahu ada yang mendukung paslon 1, paslon 2, dan paslon 3. Ya nggak papa, sama sekali tidak ada arahan dari rektor, semua bebas,” tegasnya dalam pertemuan dengan awak media di Kampusnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa menghormati, jika memang ada teman-teman rektor lain yang memenuhi permintaan untuk membiat video yang berisi pernyataan tersebut. “Saya menghormati itu karena itu sebuah pilihan,” imbuhnya.

Dirinya juga menyatakan, bahwa proses puncak Pemilu yang tinggal menghitung jari ini harus berjalan dengan damai.

Menurut ceritanya, dirinya mendapatkan pesan pertama dari anggota polisi tersebut pada hari Jumat, 2 Februari 2024.

“Ijin menghubungi, beliau menyatakan dari Polrestabes. Lalu beliau WA meminta pernyataan itu, kemudian saya mengatakan, mohon maaf bapak kami memilih untuk tidak membuat video tersebut,” paparnya kepadanya awak media.

Selang satu hari, Sabtu (3/2/2024) yang bersangkutan kembali menghubungi Ferdinandus Hindarto dan mengirim contoh video yang sudah dibuat oleh universitas lain.

Menanggapi pesan tersebut, Ferdinandus masih setia dengan jawaban sama atau enggan membuat video pernyataan.

Tonton juga: VIDEO Anies Kampanye di Kota Semarang

“Kontenya sudah disampaikan, pertama, mengapresiasi kinerja Pak Jokowi selama 9 tahun terakhir. Kedua, intinya mencari penerusnya Pak Jokowi, intinya itu,” jelasnya mengenai pernyataan yang diminta dalam video tersebut.

Terpisah, Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, jija pesan tersebut sebenarnya bertujuan untuk mensukseskan aganda cooling sistem atau pemilu damai.

“Ini kan pemilu ada kegiatan cooling sistem. Kita minta tokoh masyarakat berikan himbauan agar pemilu berjalan damai. Intinya pesannya itu untuk cooling sistem,” tegasnya. (Kamal-01)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan