30 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

Waspada Penjahat Siber Siap Memanfaatkan ChatGPT 

Jakarta, Jatengnews.id – Pada 2023, layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence menemukan hampir 3.000 postingan di dark web, membahas penggunaan ChatGPT untuk tujuan ilegal atau berbicara tentang alat yang mengandalkan teknologi AI.

Meskipun obrolan mencapai puncaknya pada Maret, diskusi terus berlanjut.

Baca juga : Prihati Utami Tanggapi Budiman Sudjatmiko Soal Catut Quote Penjahat Perang Dukung Probowo

“Aktor ancaman secara aktif menjajaki berbagai skema untuk mengimplementasikan ChatGPT dan AI,” ujar Alisa Kulishenko, Analis jejak digital di Kaspersky dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, Senin (12/02/2024).

Menurutnya, topiknya sering kali mencakup pengembangan malware dan jenis penggunaan model bahasa terlarang lainnya, seperti pemrosesan data pengguna yang dicuri, penguraian file dari perangkat yang terinfeksi, dan lainnya.

Dia menambahkan, popularitas alat AI telah menyebabkan integrasi respons otomatis dari ChatGPT atau sejenisnya ke dalam beberapa forum penjahat dunia maya.

“Selain itu, pelaku ancaman cenderung membagikan jailbreak melalui berbagai saluran dark web – serangkaian perintah khusus yang dapat membuka fungsionalitas tambahan – dan merancang cara untuk mengeksploitasi alat yang sah, seperti alat untuk pentesting, berdasarkan model untuk tujuan berbahaya,” beber Alisa Kulishenko.

Selain chatbot dan kecerdasan buatan yang disebutkan, banyak perhatian juga tertuju pada proyek seperti XXXGPT, FraudGPT, dan lainnya.

Model bahasa ini dipasarkan di dark web sebagai alternatif ChatGPT, dengan fungsionalitas tambahan dan tidak adanya batasan asli.

Baca juga : Penjara Mengerikan di Indonesia, Ternyata Ada di Jawa Tengah, Penjahat Kelas Kakap Masuk Sini

Ancaman lain bagi pengguna dan perusahaan adalah pasar akun ChatGPT versi berbayar. (03)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan