31 C
Semarang
, 26 February 2024
spot_img

VIDEO Demo Mahasiswa di Gubernuran Jateng

JatengNewsTV – Berikut kami sajikan video demo mahasiswa di depan Gubernuran Jateng Kota Semarang, Senin 12 Januari 2024.

Bagi anda yang ingin menonton video video demo mahasiswa di depan Gubernuran Jateng bisa anda klik gambar di atas.

Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng sempat memanas, lantaran masa aksi memaksa masuk melawati gerbang.

Selain itu, demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jateng anggota dewan juga sempat dilempari (celana dalam) CD.

Tonton juga: VIDEO Agustina Wilujeng Bongkar Alasan Kampanye Akbar Digelar di Jateng

Namun, kondisi tersebut mulai mereda setelah salah seorang anggota DPRD Jateng dari fraksi PDIP, Daniel Budi TJahyono tersebut menemui masa dan duduk bersama.

Tak berselang lama, masa aksipun kembali memanas lantaran pria yang akrab di panggil BT enggan membacakan dan menandatangani rilis pemakzulan Presiden Jokowi.

“Saya dilantik Pakai SK Kemendagri, kita adalah bagian Pemda, urusan permakzulan ini saya ga berani bicara. Masalahnya disana, tapi kalau mendengarkan saya siap, tapi itu (pemakzulan) diluar kewenangan kami,” ujar BT kepada Jatengnews.id, Senin (12/2/2024).

Melihat situasi tersebut, masa aksi menghadiahkan kepada BT CD dan dengan segera pihak keamanan mencegahnya lalu diajak masuk kedalam.

Situasi tersebut, berlanjut salah seroang masa aksi melempar CD tersebut kedalam dan ditangkis aparat kepolisian.

“Saya (datang menemui) bukan sebagai BT, tapi lembaga DPRD Jateng. Permakzuan bukan wewenang kita, kita anak buah Jokowi dalam konteks dia presiden,” jelasnya alasan menolaknya.

Sementara, Korlap demo mahasiswa, Akmal Sajid mengaku, hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan dan takut jika dia hadir hanya untuk mencari panggung.

Tonton juga: VIDEO Pasar Murah di Karanganyar Diserbu Warga

“Harapannya tuntutan yang sudah tadi saya bacakan, nanti saya suruh mereka untuk membacakan dan keadilan kepada Jokowi,” ujarnya.

Kiranya, demo yang diselenggarakan pada masa tenang Pemilu 2024 ini, sebagai bentuk bukti bahwa masih ada rakyat yang belum merasa tenang.

“Ya saya rasa ini berlandaskan undang-undang kebebasan berpendapat, jadi tidak ada salahnya (kalau demo),” cecarnya. (Kamal-01)

Berita Terkait

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

Berita Pilihan