30 C
Semarang
, 13 April 2024
spot_img

30 Juta Orang Bisa Gagal Mudik Lewat Kereta Api

Jakarta, Jatengnews.idKemenhub mencatat ada potensi 33,72 juta orang yang ingin mudik naik kereta api. Sayangnya, kapasitas kereta api pada mudik lebaran ini hanya bisa menampung 3,31 juta penumpang.

Artinya, dengan kapasitas itu, maka ada 30 jutaan orang yang tak bisa balik kampung dengan naik kereta api. Maka, masyarakat iu, harus menggunakan moda transportasi lainnya.

Baca juga : Hampir 200 Juta Orang Akan Lakukan Perjalanan Mudik Tahun Ini

“Sehingga, untuk puncak arus mudik akan ada ter share 900 ribu penumpang yang akan bisa menggunakan moda angkutan lainnya,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal dikutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, Selasa (19/03/2024).

Pada mudik kali ini, Risal memperkirakan puncak pergerakan orang dengan kereta api di daerah atau regional pada H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik di H+2 Lebaran.

Kemudian, untuk arus mudik di daerah perkotaan puncaknya diperkirakan pada H-5, serta arus balik akan terjadi di H+5.

“Untuk pemesanan tiket PT KAI untuk KA Antarkota dapat dilakukan H-45, KA Bandara H-7, dan KA Perkotaan Regional H-7. Pemesanan tiket KA Whoosh dapat dilakukan H-14,” ucap Risal.

Ada 193,6 Juta Pergerakan Saat Mudik dan Arus Balik.

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerjasama bersama sejumlah pihak terkait memprediksi pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang selama masa mudik lebaran 2024.

Berdasarkan hasil survei angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.

Baca juga : Pemkab Karanganyar Gelar Mudik Gratis Lebaran 2024

“Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi, dan penanganan secara komprehensif bersama Instansi kementerian dan lembaga pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta,” papar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN