28 C
Semarang
, 25 May 2024
spot_img

Gedung Persalinan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Resmi Beroperasi

Karanganyar, Jatengnews.id – Gedung baru pelayanan persalinan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar secara resmi dioperasikan, Senin (8/4/2024).

Gedung baru dengan anggaran Rp17 miliar tersebut, merupakan pengembangan layanan kesehatan bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Baca juga: Polres Karanganyar Imbau Warga Tidak Konvoi Malam Takbir

Gedung baru ini diresmikan langsung Ketua Pengurus Muhammadiyah Jawa Tengah, KH. Tafsir bersama Pj Sekda Karanganyar Zulfikar Hadid serta Ketua PDAM Karanganyar, Muhammad Arief Babher.

Layanan kebidanan ini, menurut Direktur RS PKU Muhammadiyah, dr. Aswin Wikantama, untuk menekan angka kematian ibu dan anak yang menunjukkan grafik peningkatan.

Dijelaskannya, Gedung Annisa ini dilengkapi dengan fasilitas kamar bersalin, rawat inap obsygun Pediatric Care Unit (PCU) serta Neo natal Intensive Care Unit (NICU). Pihaknya juga menyediakan satu bes ruang perawatan layanan President Suite.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Pelayanan ini kita harapkan, dapat menekan angka kematian ibu dan anak,”jelasnya.

 Menueut dr. Aswin, gedung baru persalinan ini memiliki sebanyak 37 unit kamar tidur. Dikatakannya, dari 37 kamar tersebut, 27 kamar merupakan layanan standar, 7 kamar vip dan satu tempat tidur untuk layanan President Suite Room.

“Pelayanan kita berikan sama tanpa ada perbedaan. Yang membedakan adalah fasilitasnya. Prinsipnya, kita ingin memberikan pelayanan yang nyaman kepada masyarakat,”terangnya.

Baca juga: Sebanyak 550 Pemudik Gratis Tiba di Karanganyar

Terpisah, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, LH Tafsir menyampaikan, saat ini, angka kematian ibu dan anak karena melahirkan cukup tinggi. Salah satu faktor penyebabnya, kurangnya pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak.

“Kita semua berharap, gedung baru Annisa ini bisa menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Sehingga dapat menekan. Angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi di Jawa Tengah,”ujarnya. (Iwan-02).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN