28 C
Semarang
, 27 May 2024
spot_img

Rencana Diresmikan Oktober, Pembebasan Lahan Waduk Jlantah Belum Tuntas

Karanganyar, Jatengnews.id – Proses ganti rugi lahan pembangunan waduk Jlantah Kecamatan Jatiyoso, sampai saat ini baru mencapai 85 persen. Padahal, waduk ini akan diresmikan pada bulan Oktober 2024 nanti.

Kasi Pengadaan Tanah ATR/BPN Karanganyar, Wiradya Agung Utama menyampaikan, pembebasan lahan waduk Jlantah sampai saat ini masih terus berproses.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Anggarkan Rp42 Miliar untuk Pilkada Karanganyar

Menurutnya, lahan terdampak pembangunan waduk Jlantah ini berada di Desa Tlobo dan Karangsari dengan luas keseluruhan mecapai 1.080 hektar.

“Proses masih terus berjalan. Harga juga sudah disepakati. Yang menjadi kendala adalah keberadaan pemilik lahan yang sebagian besar bekerja di luar kota atau kaum boro. Proses pembebasan lahan ininpaling lambat harus selesai pada bulan Juni 2024 mendatang,”jelasnya Senin (22/4/2024).

Dikatakannya, bendungan Jlantah yang mulai dioperasikan pada bulan Oktober mendatang, akan mengairi 1.494 hektare sawah di Karanganyar, khususnya wilayah Jatiyoso, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro.

“Selain membebaskan tanah warga, proyek nasional itu juga menukarguling lahan milik pemerintah desa,”ujarnya.

Terpisah, pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor ATR/BPN Karanganyar, Heri Sulistiyo mengungkapkan, sebanyak 1.300 bidang tanah milik Pemkab yang tersebar di 17 kecamatan.

Baca juga : Pemkab Jepara Dapatkan Bantuan Rp119,4 Miliar dari Pemprov Jateng

Dikatakannya, dari jumlah itu, 900 bidang sudah bersertifikat. Sedangkan 400 bidang lain masih terkendala masalah administratif.

“Hanya menyusahkan 400 bidang saja. Aset lain sudah clean and clear,”ungkapnya. (Iwan-02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN