
Semarang, Jatengnews.id – Nuryanto kakek berusia 62 tahun asal Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang nekat makan kucing, sementara saat ditanya kenapa memakannya, omongannya nglantur sampai menyatakan bahwa dirinya bakal jadi Presiden.
Nuryanto yang saat ini jadi tersangka memiliki penyakit diabetes sehingga dirinya harus memakan daging kucing tersebut.
Baca juga: Video Pria Asal Kota Semarang Dibekuk Polisi Gegara Tembak Kucing Tetangga
“Saya sudah periksa di dokter yang ada di Sekaran (dekat rumahnya) namun tidak di beri obat, karena saya ngomong bahwa bakal jadi presiden. Sehinga saya mencari obat sendiri makan kucing itu,” ungkapnya Kamis (8/8/2024) ketika gelar kasus di Polrestabes Semarang.
Bahkan dia menyebutkan, bahwa daging kucing tersebut kandungan kalorinya rendah sehingga terpaksa memakannya. Namun, dirinya juga memberikan jawaban yang beralawanan juga bahwa dia ingin makan daging sapi atau ayam namun tidak punya uang.
Nuryanto mengalami sakit diabetes sejak 10 tahun yang lalu. “Rasanya enak, rasa daging. Biasanya nyari kucing di rumah. Digodok tok (direbus) gitu,” ujarnya.
Setiap satu ekor kucing, biasanya ia habiskan selama tiga hari. “Saya dirumah tinggal sama anak kos, sudah cerai sama istri, anak ikut istri semua,” ungkapnya saat ditanya kondisi keluarganya.
Kanit Tidpiter Satreskrim Polrestabes Semarang, AKP Johan Widodo membenarkan, bahwa tersangka pemilik kos di Sekaran tersebut memang makan daging kucing sejak 3 tahun terakhir ini.
“Sudah ada sekitar 10 kucing yang ia akui telah dikonsumsi. Biasanya ketika ada kucing dia membunuh kucing tersebut dengan dipukul bagian kepala, lalu dibakar dan direbus,” terangnya dalam gelar di Polrestabes Semarang.
Baca juga: Polisi Deteksi Pola Baru Penyelundupan Narkoba Jaringan Fredy Pratama
Akibat dari kasus ini, kakek tersebut berpotensi mendapatkan hukuman penjara dua tahun dan denda Rp 200 juta.
Namun, karena tersangka ketika ditanya selalu nglantur atau tidak memberikan keterangan yang jelas, maka pihak kepolisian melakukan kordinasi dengan rumah sakit jiwa untuk diperiksa kondisinya.(Kamal-02)