Beranda Daerah DPRD Jateng Dorong Penanganan Banjir Semarang Tak Hanya Seremonial

DPRD Jateng Dorong Penanganan Banjir Semarang Tak Hanya Seremonial

Perlu ada langkah teknis yang lebih mendalam agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang.

Dipa Yustia Pasa saat diwawancara
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Golkar, Dipa Yustia Pasa saat diwawancara oleh wartawan. (Foto: JN)

UNGARAN, Jatengnews.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir kembali memicu genangan di sejumlah titik di Kota Semarang. Menanggapi hal itu, DPRD Jawa Tengah mendorong agar penanganan banjir dilakukan lebih serius dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Golkar, Dipa Yustia Pasa, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pemerintah provinsi sudah dikerahkan secara maksimal untuk menanggulangi banjir. Namun, ia menilai perlu ada langkah teknis yang lebih mendalam agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang.

“Hari ini hujan masih turun, kemarin sore juga deras. Kami bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Pemerintah sudah berupaya maksimal, tapi satu hal yang perlu kita bahas adalah bagaimana agar banjir ini tidak terus terjadi setiap tahun,” ujar Dipa usai menjadi narsum acara FGD Wartawan DPRD Jawa Tengah di Dreamlight World Media, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (29/10/2025).

Baca juga: Agustina Maksimalkan Pompa Atasi Banjir Semarang

Menurutnya, semua pihak perlu duduk bersama untuk membahas solusi jangka panjang. Diskusi teknis dan pembahasan mendetail harus dilakukan sejak awal agar hasilnya benar-benar efektif.

“Kami tidak ingin penanganan banjir hanya bersifat seremonial — datang, meninjau, lalu selesai. Kami di DPRD mendengar langsung suara masyarakat. Kami ingin ada pembaruan dan tindakan nyata agar banjir bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Dipa mengapresiasi kesiapan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, BPBD, hingga dukungan lintas daerah seperti Kabupaten Semarang dan Kendal. Menurutnya, hal ini menunjukkan penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada Kota Semarang saja.

Baca juga: Atasi Banjir Semarang BBWS Optimalkan 30 Pompa

“Kita lihat semua sudah siap — dapur umum, logistik, fasilitas kesehatan, dan BPBD juga sudah berkoordinasi dengan baik. Tapi ini bukan tanggung jawab Semarang semata, melainkan kerja bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya keterlibatan akademisi dan ahli lingkungan dalam mencari akar masalah banjir, termasuk perubahan lahan di wilayah hulu yang berpengaruh terhadap kondisi di hilir.

“Teman-teman akademisi punya keilmuan tersendiri, pemerintah punya strategi, tinggal bagaimana kita mempertemukan dua hal itu agar bisa berjalan seirama,” jelas Dipa.

Ia berharap, ke depan pemerintah bersama DPRD dan para pemangku kepentingan lainnya bisa duduk bersama menyusun langkah konkret dan berkelanjutan.

“Kuncinya, jangan jadikan banjir sebagai kejadian musiman yang kita anggap biasa. Ini persoalan serius yang harus kita tangani bersama,” tegasnya. (01).

Exit mobile version