DEMAK, Jatengnews.id – Ribuan warga di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, masih bertahan di tengah genangan air akibat banjir limpas yang melanda sejak awal pekan. Air di sejumlah desa seperti Kalisari, Sriwulan, dan Sayung belum sepenuhnya surut, bahkan di beberapa titik masih menunjukkan tren kenaikan.
Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat debit sungai di wilayah Demak meluap dan tidak mampu menampung volume air. Dari hasil assessment Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, tercatat 5 kecamatan dan 13 desa terdampak banjir, dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Sayung.
Baca juga : Solusi Banjir Sayung, Pemerintah Demak Akan Bangun Tanggul dan Pengadaan Pompa
Di Desa Kalisari, air setinggi 20–50 sentimeter masih menggenangi jalan utama, sementara di kawasan permukiman mencapai 10–20 sentimeter. Sebanyak 750 rumah terdampak dengan total 4.794 jiwa yang merasakan dampak langsung bencana ini. Selain itu, sekitar 200 hektare sawah, 22 tempat ibadah, 4 sekolah, dan 8 area pemakaman juga turut terendam.
Seorang warga Desa Kalisari, Siti Aminah (42), mengaku khawatir jika hujan kembali turun.
“Air sudah masuk ke dapur sejak kemarin sore. Kami berharap pompa bisa terus jalan supaya cepat surut, soalnya kalau hujan lagi bisa tambah parah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.
“Kami sudah menurunkan personel untuk memantau wilayah terdampak dan melakukan pompanisasi di Desa Sriwulan. Debit air mulai menurun, tapi kondisi masih harus diawasi,” jelas Agus, Kamis (30/10/2025).
BPBD bersama Forkopimcam, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus bergotong royong memperkuat tanggul serta membersihkan saluran air yang tersumbat. Upaya pompanisasi dengan mobile pump masih dilakukan di titik-titik rawan genangan untuk mempercepat surutnya air.
Selain itu, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain normalisasi sungai, penguatan tanggul di aliran Sungai Tuntang, Sungai Jajar, dan Sungai Setu, serta penambahan pompa air di beberapa lokasi.
Di sisi lain, genangan air juga terpantau di Jalan Pantura Sayung, tepatnya di depan HIT Polytron, dengan ketinggian 10–25 sentimeter di jalur arah Demak dan 15–20 sentimeter di jalur arah Semarang.
Meski sebagian wilayah seperti Karangtengah, Karanganyar, Guntur, dan Wonosalam sudah mengalami penurunan air, warga Sayung masih berharap agar kondisi segera normal.
“Kami cuma ingin jalan bisa dilewati lagi dan rumah tidak tergenang. Setiap tahun banjir seperti ini, tapi kali ini agak lama surutnya,” kata Slamet (55), warga Desa Sayung.
Baca juga : Video Warga Pasang Spanduk Bentuk Kekecewaan Banjir di Sayung Demak
BPBD Demak mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan tidak menyeberangi area yang masih tergenang air deras. Pemerintah daerah juga berkomitmen mempercepat proses penanganan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (03)
