SEMARANG, Jatengnews.id – Sebuah video viral di media sosial menampilkan kondisi Puskesmas Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, yang disebut-sebut tidak ada tenaga kesehatan (nakes) berjaga saat pasien datang.
Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang akan memanggil Kepala Puskesmas (Kapus) dan pegawai yang bertugas saat kejadian, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Soal Video Viral Penggerebekan Bandar Judi, Polisi: Itu Video Sporter Ricuh
Video tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @rizky86_ pada Selasa (28/10/2025). Dalam video berdurasi singkat itu, seorang pria mengaku datang ke Puskesmas Karangmalang sekitar pukul 00.30 WIB sambil membawa seorang ibu hamil yang hendak melahirkan.
“Ini Selasa pukul 00.30 WIB datang ke Puskesmas Karangmalang tidak ada petugas sama sekali, membawa ibu-ibu hamil mau melahirkan,” ujar pria dalam video itu.
Puskesmas Karangmalang sendiri merupakan fasilitas kesehatan 24 jam di wilayah Mijen yang memiliki Unit Gawat Darurat (UGD) dan layanan persalinan. Namun dalam video yang viral tersebut, tampak tidak ada satu pun petugas yang berjaga.
“Dari tadi tidak ada petugas, dicari pun tidak ada yang jaga. Masak pada makan gaji buta ini,” keluh pria itu lagi dalam rekaman.
Belakangan diketahui, pasien ibu hamil tersebut akhirnya dibawa ke RSUD Mijen Kota Semarang untuk melahirkan.
“Alhamdulillah pasien melakukan persalinan di RSUD Mijen,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochammad Abdul Hakam, saat dikonfirmasi Jatengnews.id, Kamis (30/10/2025).
Menanggapi viralnya video tersebut, Hakam menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kapus dan petugas yang bertugas malam itu untuk dimintai klarifikasi.
“Atas kejadian tersebut, pasti kita lakukan pemanggilan Kapus dan pegawai yang jaga,” tegas Hakam.
Selain klarifikasi, Dinkes juga akan menjatuhkan tindakan disiplin sesuai aturan ASN jika ditemukan pelanggaran.
Baca juga: Viral Video Menu MBG SMP Semarang Ternyata Ulat Buah
“Kami lakukan tindakan sesuai aturan ASN,” ujarnya.
Hakam juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan di Kota Semarang agar lebih disiplin dan menjalankan sumpah profesinya dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi tenaga kesehatan harus disiplin, punya tanggung jawab dan empati. Jalankan tugas mulia ini dengan sepenuh hati,” pesan Hakam. (01).






