Beranda Daerah Bawaslu Kota Semarang Tegaskan Keadilan Pemilu sebagai Hak Warga Negara

Bawaslu Kota Semarang Tegaskan Keadilan Pemilu sebagai Hak Warga Negara

Bawaslu Kota Semarang adakan Webinar Nasional dan peluncuran inklusif, hadirkan tokoh penting dalam penegakan keadilan pemilu.

Launching Inklusif dengan tema “Eksistensi Bawaslu dalam Menegakkan Keadilan Pemilu” pada Kamis (6/11/2025). (Foto : Dok Bawaslu)
Webinar Nasional dan Launching Inklusif dengan tema “Eksistensi Bawaslu dalam Menegakkan Keadilan Pemilu” pada Kamis (6/11/2025). (Foto : Dok Bawaslu)

SEMARANG, Jatengnews.id — Bawaslu Kota Semarang mengadakan Webinar Nasional dan Launching Inklusif bertema “Eksistensi Bawaslu dalam Menegakkan Keadilan Pemilu”, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono sebagai keynote speech, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanti sebagai pemantik, serta dua narasumber: Dr. Naya Amin Zaini, S.H., M.H., Wakil Rektor III Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI sekaligus mantan Anggota Bawaslu Kota Semarang, dan Theo Negoro, S.H., M.H., Dosen Ilmu Hukum Universitas Katolik Soegijapranata.

Baca juga : Bawaslu Kota Semarang Awasi 190 Kegiatan Kampanye

Webinar yang dimoderatori Maria Goreti Jutari Risma Hanjayani, Anggota Bawaslu Kota Semarang, diikuti 330 peserta dari beragam latar belakang — mulai dari mahasiswa, ASN, aparat penegak hukum, hingga pegiat pemilu — yang tersebar dari Aceh hingga Lombok Timur.

Diana Ariyanti menegaskan bahwa keadilan pemilu merupakan hak asasi warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

“Keadilan pemilu tidak hanya dilihat saat hari pemungutan suara, tetapi mencakup tiga siklus penting: pra-pemilu, pemilu, dan pasca-pemilu,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, menurut International IDEA, sistem keadilan pemilu meliputi tiga aspek utama: memastikan setiap prosedur berjalan sesuai hukum, melindungi dan memulihkan hak pilih warga, serta menyediakan mekanisme aduan bagi masyarakat yang hak pilihnya dilanggar.

Diana juga mengapresiasi langkah inovatif Bawaslu Kota Semarang yang dinilainya inspiratif bagi 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam memperkuat literasi dan produktivitas pascapemilu.

Sementara itu, Dr. Naya Amin Zaini menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan Bawaslu di tingkat daerah.

“Bawaslu kabupaten/kota harus bersifat permanen agar setara dengan KPU. Selain itu, jumlah personel Panwaslu di kelurahan/desa perlu disesuaikan dengan banyaknya TPS, dan setiap jenis pelanggaran harus memiliki sentra penegakan hukum tersendiri,” tegasnya.

Naya menambahkan, Bawaslu memiliki peran strategis dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan adil — mulai dari pencegahan hingga pelaksanaan putusan hukum.

Sementara Theo Negoro menekankan dimensi politik dalam keadilan elektoral.

“Keadilan yang kita nikmati adalah hasil dari keputusan politik yang kita buat. Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang keputusan publik dan kepentingan bersama,” ujarnya.

Baca juga : Bawaslu Kota Semarang Buka 26 Calon Anggota Panwaslu Kecamatan

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang memperkuat posisi sebagai lembaga pengawas yang berintegritas dan inklusif, sekaligus mengajak publik untuk terus mengawal tegaknya keadilan pemilu sebagai hak fundamental warga negara. (03)

Exit mobile version