30 C
Semarang
, 2 Januari 2026
spot_img

Jembatan Darurat Meteseh Terbawa Arus, Pemkot Semarang Prioritaskan Kajian FSDD

Jembatan Meteseh mengalami kerusakan akibat aliran Sungai Babon. Baca tentang langkah pemerintah dalam pembangunan ulang.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemkot Semarang belum dapat mengambil langkah pembangunan ulang jembatan darurat atau Jembatan Metro 2 di Meteseh, Tembalang, setelah struktur swadaya itu hanyut tersapu derasnya aliran Sungai Babon.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana maupun Pemkot Semarang. Karena itu, pemerintah belum bisa melakukan intervensi langsung.

Baca juga : Banjir Ngargoyoso Karanganyar Viral di Medsos, Terjadi Pertama Kali Sejak 10 Tahun

“Jembatan ini dibangun secara swadaya dan tidak melalui proses kajian. Kami juga belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan itu,” ujar Suwarto.

Ia menegaskan bahwa Sungai Babon merupakan kewenangan BBWS Pemali-Juana. Setiap pembangunan infrastruktur di atas sungai tersebut wajib mendapat rekomendasi serta izin penggunaan aset sungai.

“Kalau ke depan akan dibangun jembatan permanen, rekomendasi dari BBWS menjadi syarat utama,” tegasnya.

Hingga kini belum ada usulan resmi pembangunan jembatan baru untuk anggaran 2026. Namun, Pemkot berencana lebih dulu melakukan kajian Feasibility Study dan Detail Design (FSDD) sebagai dasar penentuan kelayakan pembangunan.

“Jika hasil kajian menunjukkan bahwa itu akses vital masyarakat, pembangunan bisa diusulkan dalam anggaran 2027. Tahun 2026 kami fokus pada kajian dulu,” jelas Suwarto.

Terkait jembatan swadaya yang hanyut, ia menyebut secara teknis konstruksinya tidak memenuhi standar keselamatan, terutama untuk menahan arus deras saat hujan.

“Standar teknisnya tidak memadai dan tidak ada perhitungan beban arus sungai,” imbuhnya.

Untuk sementara, DPU menyerahkan penanganan darurat kepada kelurahan dan kecamatan, mengingat belum adanya rekomendasi teknis dari BBWS apabila masyarakat kembali membangun jembatan darurat.

“Silakan jika warga ingin membangun sementara secara swadaya. Pemerintah baru bisa masuk setelah ada izin teknis,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Dini Inayati, mendesak Pemkot untuk turun tangan. Ia menilai Jembatan Metro 2 merupakan akses penting yang menghubungkan Kelurahan Meteseh dan Rowosari serta membantu mengurai kemacetan di kawasan Metro.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, baik untuk aktivitas ekonomi, sosial, maupun mobilitas harian. Kami berharap Pemkot dapat membangun kembali dengan struktur permanen,” ujarnya.

Baca juga : Jembatan Winong Ambrol Akses Dari Sragen ke Ngawi Terputus

Dini mengaku telah berkomunikasi dengan DPU dan Camat Tembalang untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menegaskan komitmennya mengawal proses pengusulan agar pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan demi kelancaran dan keselamatan warga. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN