28 C
Semarang
, 7 Januari 2026
spot_img

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Ekonomi Jateng tumbuh positif 5,37 persen di triwulan III 2025, didorong oleh investasi dan permintaan domestik.

SEMARANG, Jatengnews.id – Perekonomian Jateng menunjukkan performa positif. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jateng tumbuh 5,37 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya 5,28 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra memperkirakan pertumbuhan sepanjang 2025 akan lebih tinggi dari 2024, ditopang kuatnya permintaan domestik.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Jateng-DIY Terus Positif, OJK Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Sehat

“Dari sisi pengeluaran, investasi tetap (PMTB) menjadi motor utama dengan pertumbuhan 6,71 persen (yoy), sejalan realisasi investasi yang sudah mencapai 84,42 persen dari target tahunan. Sektor industri pengolahan juga menguat, tumbuh 5,96 persen (yoy), ditopang industri TPT dan alas kaki yang mendorong ekspor nonmigas,” jelasnya, Rabu (19/11/2025).

Inflasi Jawa Tengah pada Oktober 2025 tercatat 0,40 persen (mtm) atau 2,86 persen (yoy), masih dalam sasaran nasional. Kenaikan harga terutama berasal dari emas perhiasan serta komoditas pangan seperti telur ayam, daging ayam, dan cabai merah.

Bank Indonesia dan TPID memperkuat pengendalian inflasi melalui penguatan pasokan pertanian, operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, program Champion Cabai dan Beras, serta perluasan bahan pangan alternatif.

Penggunaan QRIS terus tumbuh pesat. Per September 2025, pengguna QRIS di Jateng mencapai 8,04 juta dan merchant 4,2 juta, dengan transaksi 846,3 juta senilai Rp2,7 triliun. Pemanfaatan QRIS juga meluas pada transportasi publik dan transaksi antarnegara. Indeks ETPD Jateng juga tinggi, mencapai 96,5 persen.

Sepanjang 2025, Bank Indonesia akan memperkuat kolaborasi melalui program stabilisasi harga (Wiwitan Tandur Pari dan Kios Pandawa Kita), promosi investasi (CJIBF), perluasan ekosistem digital (Agen LPG, Ngebis Pake QRIS), pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, hingga layanan uang rupiah dan edukasi publik.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Jateng Masih Solid

“BI menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk terus tumbuh, terutama melalui penguatan kemandirian pangan dan sinergi antar pemangku kepentingan,” imbuhnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN