SEMARANG, Jatengnews.id – Kompetisi Liga Desa Jawa Tengah 2025 resmi bergulir di Lapangan Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (20/11/2025).
Ajang sepak bola antar-desa terbesar di Indonesia ini diikuti 7.810 desa dan akan berlangsung pada 22 November 2025 hingga 14 Januari 2026.
Baca juga: 27 Klub Voli ikuti Kejuaraan Bola Voli Piala Gubernur
Kick off ini sekaligus menjadi soft launching Hari Desa Nasional 2026.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto menegaskan bahwa Liga Desa bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pemersatu masyarakat.
“Tujuan utama Liga Desa adalah mempererat silaturahmi demi persatuan Indonesia. Sportivitas harus dijunjung tinggi,” ujarnya.
Yandri juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Liga Desa akan digelar secara nasional.
“Tahun depan ada 75 ribu desa ikut tim desa. Itu memecahkan rekor dunia, belum ada event melibatkan 75 ribu tim,” tegasnya.
Yandri optimistis Jawa Tengah akan sukses menjadi barometer penyelenggaraan karena dukungan pemerintah daerah dan asosiasi desa. Jawa Tengah juga direncanakan menjadi tuan rumah puncak Hari Desa Nasional 2026.
Selain liga sepak bola, berbagai kegiatan lain akan digelar, seperti festival ekspor desa, desa wisata, festival film desa, hingga e-sport desa. Acara puncak dijadwalkan 15 Januari 2026, dengan menghadirkan desa-desa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Wakil Gubernur Jateng Sambut Panitia Waisak dan Thudong
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memastikan seluruh persiapan dilakukan matang, khususnya dengan Kabupaten Semarang dan Boyolali yang menjadi titik kumpul utama.
“Kita sudah koordinasi dengan kabupaten, terutama yang paling urgent di Kabupaten Semarang dan Boyolali, karena akan jadi titik berkumpulnya banyak orang,” ujarnya.(02)






