DEMAK, Jatengnews.id — Pasca penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu Kabupaten Demak mengundang para alumninya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV.
Pertemuan ini sebagai wadah konsolidasi sekaligus penguatan peran alumni dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tingkat lokal.
Baca juga : PMII Demak Dorong Pelestarian Budaya Walisongo
Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa alumni P2P memiliki peran strategis dalam menjaga integritas pemilu. “Anda adalah agent of changes kami,” tegasnya saat membuka Rakor di Aula kantor Bawaslu Demak, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan bahwa para alumni diharapkan mampu menjadi komunitas yang konsisten mendorong penyelenggaraan pemilu yang bersih.
“Kami ingin Anda menjadi kelompok yang bisa mempengaruhi dan menggerakkan perubahan, agar pemilu kita tidak ternodai oleh money politik dan berbagai kecurangan,” lanjutnya.
Rakor tersebut membahas dua agenda utama: yakni pembentukan komunitas alumni dan penyusunan rencana tindak lanjut jangka pendek untuk pengawasan PDPB. Dalam diskusi–para peserta sepakat membentuk komunitas baru sebagai wadah koordinasi dan gerakan pengawasan berbasis masyarakat.
Komunitas tersebut diberi nama “Garda Kalijaga Demak.” Nama ini terinspirasi dari semangat perjuangan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan keberagamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Demak.
Lebih dari itu, nama tersebut mengandung filosofi mendalam: Kawal dan Lindungi (KALI) hak pilih warga, serta Jaga proses Demokrasi Rakyat (Demak). Gabungan makna tersebut menjadi identitas komunitas sebagai garda terdepan pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik.
Pada sesi lanjutan, para peserta merumuskan rencana tindak lanjut yang mencakup strategi sosialisasi ke masyarakat melalui desa, sekolah, hingga berbagai media informasi. Selain itu, mereka juga menyusun agenda pemantauan rutin terhadap proses pemutakhiran data pemilih.
Salah satu peserta Rakor, Hidayatul Fitriyah, menyampaikan bahwa komunitas ini sebagai langkah awal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan hak pilih warga benar-benar terlindungi. Dengan adanya Garda Kalijaga Demak, kami lebih siap turun langsung ke lapangan,” ujar Fitria yang biasa disapa Mpit.
Mpit melanjutkan, bahwa Garda Kalijaga Demak berkomitmen mengedepankan edukasi publik tentang pentingnya perlindungan hak pilih sebagai bagian dari peningkatan kualitas demokrasi.
Baca juga : Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan di Pilkada Demak
“Kehadiran komunitas ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan partisipatif di Kabupaten Demak secara berkelanjutan,” pungkasnya. (03)






