KARANGANYAR, Jatengnews.id — Warga Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, menggelar syukuran sekaligus kerja bakti setelah jalur lama menuju Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, akhirnya diperbaiki kembali setelah sekitar 20 tahun tidak tersentuh perbaikan.
Sebanyak 250 warga turun bersama membersihkan saluran air di sisi jalan. Pembersihan dilakukan untuk mencegah air meluap ke badan jalan saat musim hujan, yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan aspal karena saluran tertutup tanah dan lumpur bertahun-tahun.
Baca juga: Antisipasi Kemungkinan Gangguan, Pemkab Karanganyar Perketat Pengamanan
Anggota DPRD Karanganyar, Eko Pujianto, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kerja bakti warga bukan hanya ungkapan syukur, tetapi juga bentuk partisipasi dalam menjaga infrastruktur yang baru diperbaiki.
“Alhamdulillah jalan yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan, sekarang kembali mulus. Tinggal bagaimana kita merawatnya agar tidak mudah rusak,” ujar Eko.
“Salah satu bentuk perawatan adalah membersihkan saluran air.”
Eko menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut menggunakan anggaran dari Pemkab Karanganyar dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui bantuan operasional pembangunan.
“Jalur lama ini selama puluhan tahun menjadi akses utama warga. Kini sudah diperbaiki. Warga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Karanganyar dan Pemprov Jawa Tengah yang telah mendengar keluhan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gondosuli Lor, Arman Guaning Marzuki, mengatakan perbaikan jalan membawa dampak besar bagi warga, terutama dalam kelancaran mobilitas dan perekonomian.
Baca juga: Pemkab Karanganyar Kembangkan Colomadu Pusat Bisnis
“Sekarang jalan sudah bagus. Arus lalu lintas dan kegiatan ekonomi warga jadi lancar. Tinggal bagaimana kita merawatnya,” ujarnya.
Arman menambahkan, untuk meningkatkan keamanan, pihaknya akan memasang penanda titik rawan serta pengaman berupa ban bekas di area turunan dan tikungan tajam.
“Jalur ini memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan sehingga rawan kecelakaan. Kami akan memasang penanda dan ban bekas di titik yang berbahaya,” pungkasnya.(02)






