24.3 C
Semarang
, 19 Januari 2026
spot_img

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Olah Biji Alpukat Jadi Minuman Herbal di Desa Limbangan

Mahasiswa KKN berupaya mengedukasi masyarakat mengenai kandungan nutrisi, potensi herbal, serta manfaat kesehatan dari biji alpukat yang kaya antioksidan.

Kendal, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 35 menghadirkan inovasi baru dalam pemanfaatan potensi lokal melalui pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan dasar biji alpukat.

Kegiatan ini bertempat di Dusun Borangan, Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Minggu (16/11/2025).

Program yang diinisiasi Divisi Kesehatan Lingkungan tersebut berangkat dari melimpahnya pohon alpukat di pekarangan rumah warga.

Namun, biji alpukat selama ini kerap dianggap sebagai limbah dan jarang dimanfaatkan.

Baca juga: KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Ecogrow dari Galon Bekas untuk Atasi Sampah Plastik di Desa Limbangan

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya mengedukasi masyarakat mengenai kandungan nutrisi, potensi herbal, serta manfaat kesehatan dari biji alpukat yang kaya antioksidan.

perangkat Desa Limbangan, Ibu Siti Khuzainah, mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.

Materi inti disampaikan oleh pemateri sekaligus ahli pengolahan herbal, Ibu Wenny Dwi Kurniati, S.T.P., M.Si.

Ia menjelaskan secara detail kandungan bioaktif pada biji alpukat, manfaat antioksidan, serta potensinya sebagai bahan minuman herbal.

Pengetahuan ini menjadi dasar penting bagi warga dalam memahami bahwa biji alpukat memiliki nilai kesehatan tinggi dan dapat diolah menjadi produk alami yang aman.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung. Peserta diajak mempraktikkan proses pembuatan minuman herbal mulai dari pemarutan biji alpukat, pengeringan, hingga pencampuran serbuk biji kering bersama jahe dan serai untuk mengurangi rasa pahit alami.

Campuran herbal kemudian dikemas dalam kantong teh celup agar mudah digunakan. Peserta juga diajarkan menambahkan madu saat penyeduhan untuk menambah cita rasa.

Setiap peserta mendapatkan produk teh herbal biji alpukat yang dikemas dalam kantong celup dan pouch sebagai bukti kemampuan mereka mengolah limbah menjadi produk siap pakai.

Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka bertanya dan mencoba membuat produk sendiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Posko 35 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan tersebut sebagai bentuk ketahanan keluarga, pola hidup sehat, sekaligus peluang usaha baru.

Baca juga: Bentuk Karakter Remaja dan Cegah Pernikahan Dini, KKN UIN Walisongo dan KUA Singorojo Gelar BRUS di SMPN 2 Singorojo

Minuman herbal biji alpukat ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan Desa Limbangan.

Demikian informasi mengenai mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 35 olah limbah biji alpukat menjadi minuman herbal sehat melalui pelatihan inovatif. Semoga bermanfaat. (07)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN