26 C
Semarang
, 20 Februari 2026
spot_img

Siswa MTsN 02 Brebes Raih Medali Emas Nasional Bahasa Indonesia dan Fisika

Qila, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada fisika bermula dari rasa ingin tahunya terhadap cara kerja benda-benda di sekitar.

BREBES, Jatengnews.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MTsN 02 Brebes. Athalia Aqila Zahirah, siswi kelas IX, berhasil meraih medali emas dalam kompetisi akademik Bahasa Indonesia dan Fisika tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Prisma Cendekia pada 23 November 2025.

Qila, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada fisika bermula dari rasa ingin tahunya terhadap cara kerja benda-benda di sekitar.

“Rasanya seru banget bisa menerapkan teori di buku ke kehidupan sehari-hari. Kemudian saya mencoba ikut Olimpiade Sains Nasional bidang fisika,” ujar Qila kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Siswa SD Muhammadiyah 1 Tegal Raih Prestasi di Ajang Olahraga Daerah

Perjuangan Qila menuju juara bukan hal mudah. Dara kelahiran 19 Desember 2010 itu bercerita bahwa ia menghabiskan waktu persiapan selama kurang lebih satu tahun sebelum tampil di tingkat nasional.

“Mulai dari latihan di sekolah, les olimpiade, dan latihan mandiri setiap hari setengah sampai satu jam. Kalau ada seleksi tingkat tinggi, persiapan makin intens sampai dua sampai tiga jam sehari,” jelasnya.

Ia mengakui tantangan terbesar muncul ketika mengerjakan soal abstrak yang sulit dipahami, ditambah tekanan batin apakah dirinya sudah tampil maksimal.

“Apalagi kalau lihat teman-teman lain lebih cepat paham. Tapi aku tetap berusaha semangat,” ungkapnya.

Untuk mengatur waktu, Qila membuat jadwal harian mulai dari sekolah, latihan olimpiade, hingga mengerjakan tugas. Menurutnya, waktu istirahat tetap penting agar mental tetap stabil.

Momen paling berkesan baginya adalah ketika namanya diumumkan sebagai peraih medali emas. Ia melihat sendiri gurunya dan kedua orang tuanya menitikkan air mata bangga.

“Momen bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia dan saling berbagi pengetahuan juga menyenangkan banget,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Qila berpesan agar pelajar tidak ragu mengikuti kompetisi.

“Jangan takut nyoba! Walaupun awalnya susah, tetap latihan dan jangan menyerah. Olimpiade bukan cuma soal juara, tapi mengasah kemampuan dan bertemu orang-orang hebat,” tegasnya.

Dukungan Orang Tua Jadi Faktor Penting

Dukungan keluarga menjadi pilar penting dalam perjalanan prestasi Qila. Ibundanya, Dyah Ayu Puspitaningtyas, mengatakan bahwa minat putrinya terhadap dunia akademik sudah tampak sejak SD.

“Aku lihat dia senang banget ngitung dan nyelesaikan soal, sampai bikin soal sendiri buat dimainkan sama temennya,” kata Tyas, sapaan akrabnya.

Tyas mengungkapkan kebanggaannya melihat Qila mencapai tingkat nasional. Walau anaknya terkadang merasa cemas menjelang kompetisi, ia selalu memberi dukungan penuh.

Ia menceritakan bentuk pendampingan sederhana namun berarti, mulai dari menyiapkan sarapan sehat, menemani belajar, mencarikan referensi belajar, hingga memberikan semangat saat Qila merasa lelah.

Tantangan juga dialami Tyas dalam membagi waktu antara pekerjaan dan pendampingan terhadap putrinya. Menurutnya, keseimbangan aktivitas menjadi kunci agar Qila tidak terbebani.

Baca juga: Tiga Siswa SD Mutugal Tegal Raih Prestasi Olahraga Tingkat Kota hingga Provinsi

“Harus ada waktu buat main, istirahat, dan jalan-jalan biar dia nggak stres,” ujarnya.

Tyas mengaku momen paling mengharukan adalah ketika putrinya memeluknya setelah meraih prestasi dan mengucapkan terima kasih.

Ia pun menyampaikan pesan kepada para orang tua:

“Jangan cuma tekan anak untuk menang. Yang penting usaha dan pengalaman mereka. Tetap beri ruang, perhatian, dan kasih tahu kalau kita bangga apa pun hasilnya,” pungkasnya. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN