25 C
Semarang
, 30 Januari 2026
spot_img

Semarang Sabet Tiga Penghargaan ProKlim 2025, Komitmen Ketahanan Lingkungan Diperkuat

Kota Semarang raih penghargaan bergengsi di Anugerah ProKlim 2025. Pelajari keberhasilan dan kolaborasi yang membanggakan ini.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kota Semarang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Program Kampung Iklim (ProKlim) 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (1/12/2025) ibu kota Jawa Tengah tersebut berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi.

Penghargaan itu meliputi Apresiasi Pembina ProKlim untuk Wali Kota Semarang, ProKlim Kategori Lestari untuk RW 08 Sambiroto, Kecamatan Tembalang, serta ProKlim Kategori Utama untuk RW 01 Mangunsari, Kecamatan Gunungpati.

Baca juga : Desa Banyurip, Kampung Proklim di Sragen yang Berprestasi

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.

“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah kota, tetapi buah kerja bersama seluruh warga yang konsisten menjaga lingkungannya. Itu yang membuat Semarang semakin tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya kepedulian dan kesadaran warga terhadap isu lingkungan menjadi kekuatan utama di balik berbagai capaian tersebut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Hanif menegaskan bahwa gerakan komunitas dalam ProKlim berperan besar dalam menurunkan emisi dan memperkuat adaptasi iklim. “Jika kepemimpinan daerah mampu menggerakkan komunitas secara masif, Indonesia bisa tampil lebih siap dalam memenuhi komitmen global penurunan gas rumah kaca,” ucapnya.

Hanif menambahkan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan proses jangka panjang, namun langkah-langkah konkret yang dilakukan komunitas mampu memberikan dampak nyata. Ia berharap para kepala daerah peraih penghargaan dapat menjadi teladan dalam memperkuat aksi iklim di wilayahnya.

Di lapangan, Kampung ProKlim RW 08 Sambiroto menjadi salah satu contoh komunitas yang aktif menjalankan konservasi air melalui Zero Delta Q, mengelola sampah dengan bank sampah dan prinsip 3R, serta memanfaatkan limbah menjadi produk kerajinan.

Komitmen Kota Semarang dalam memperkuat lingkungan juga diwujudkan melalui alokasi anggaran tahun 2026. Pemkot menyiapkan Rp700 miliar untuk sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup, di mana sekitar Rp500 miliar difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan, termasuk pengendalian banjir, perbaikan drainase, pengelolaan sampah, serta penataan permukiman.

Baca juga : KKN UNDIP Kembangkan WebGIS Proklim RW 12 Sangkrah untuk Transparansi Kampung Iklim

Dengan raihan ProKlim 2025 dan dukungan kebijakan fiskal yang lebih pro-lingkungan, Kota Semarang menegaskan tekadnya membangun kota yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN