DEMAK, Jatengnews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), lembaga pembangunan internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melakukan koordinasi dan survei lapangan di wilayah pesisir Kabupaten Demak.
Kegiatan ini adalah bagian dari persiapan pelaksanaan Program Blue-Coast yang berfokus pada penguatan ketahanan pesisir dan pengembangan ekonomi biru berkelanjutan.
Baca juga : Hasil Lab Ungkap Ribuan Ikan Mati di Bedono Akibat Pembuangan Lumpur Proyek Tol Semarang-Demak
Survei dilaksanakan di tiga desa pesisir strategis, yakni Desa Purworejo, Kecamatan Bonang; Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah; serta Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung.
Kegiatan meliputi pengumpulan data, identifikasi permasalahan pesisir, observasi lokasi terdampak, diskusi dengan para pemangku kepentingan lokal, serta penghimpunan masukan teknis untuk penyusunan dokumen perencanaan seperti TOR, RAB, Bluebook, dan Greenbook.
Program Blue-Coast dirancang melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta masyarakat setempat. Fokus utama program ini meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendukung, pengelolaan pesisir berbasis ekosistem, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak, Nanang Tasunar melalui Plt. Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan, Setio Hartono, mengatakan bahwa survei tersebut bertujuan untuk menggali potensi sekaligus permasalahan utama di wilayah pesisir Demak.
“Secara garis besar kemarin kita mencoba menggali potensi dan masalah di perairan Morodemak, Tambakbulusan, dan Timbulsloko, terkait kerusakan mangrove, potensi rehabilitasinya, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Setio, Jumat (5/12/2025).
Ia menambahkan, hasil survei saat ini masih dibahas di tingkat KKP dan Kabupaten Demak masih harus bersaing dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Brebes, untuk mendapatkan program tersebut.
“Hasilnya masih dibawa ke KKP dan kami juga masih menunggu hasilnya, karena bersaing juga dengan Brebes,” jelasnya.
Apabila Demak dinyatakan lolos sebagai lokasi program, dukungan yang akan diperoleh antara lain berupa perbaikan sarana dan prasarana pesisir, penanaman mangrove untuk memperkuat sabuk pantai, serta pemberdayaan masyarakat pesisir guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Baca juga : DKP Demak Luncurkan Aplikasi ADIPTa, Permudah Nelayan Akses BBM Bersubsidi
DKP Demak berharap, melalui dukungan IFAD dan sinergi lintas instansi–Program Blue-Coast diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Demak. (03)






