Beranda Daerah Dua Peserta Event Siksorogo Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Panitia

Dua Peserta Event Siksorogo Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Panitia

Menurut Tony, SOP dilakukan mulai dari proses pendaftaran peserta hingga pelaksanaan kegiatan. Seluruh petugas kesehatan juga sudah ditempatkan di masing-masing titik.

Panitia penyelenggara Siksorogo, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Iwan)
Panitia penyelenggara Siksorogo, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Iwan)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Meninggalnya dua peserta Trail Run Siksorogo Ultra 2025 yang digelar selama 2 hari, 6-7 Desember 2025 di lokasi wisata Bukit Sekipan Tawangmangu, mendapat tanggapan serius dari panitia penyelenggara.

Pembina Siksorogo, Tony Hatmoko dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (8/12/2025) menyampaikan, seluruh Standart Operasional Prosedur (SOP) telah dilaksanakan.

Baca juga : Wisata Karanganyar Moncer, Ribuan Peserta Ramaikan Event Sikso Rogo

Menurut Tony, SOP dilakukan mulai dari proses pendaftaran peserta hingga pelaksanaan kegiatan. Seluruh petugas kesehatan juga sudah ditempatkan di masing-masing titik.

“Sebelumnya kami ikut berduka cita atas meninggalnya dua peserta Siksorogo Lawu Utra  2025, atas nama Pujo Buntoro, ASN Kemenag Solo dan Sigit Joko Purnomo, Kabiro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata. Kami keluarga besar Siksorogo turut berduka cita atas peristiwa ini,”ujarnya.

Tony mengungkapkan, Pujo Buntoro dan Sigit Joko Purnomo merupakan peserta Fun Run dan bulan peserta untuk kategori Ultra. Dalam event ini, jelas Tony, terbagi menjadi dua kategori. Masing-masing Fun Trail dengan jarak tempuh 7,15 dan 30 kilometer (Km), serta kategori Ultra dengan jarak tempuh, 50,80 dan 120 Km.

“Keduanya  mengikuti Fun Trail untuk jarak 15 km. Pujo Buntoro meninggal dunia di Km 8 atau tanjakan  pingsan itu di km ke-8, yaitu tanjakan Bukit Nitis. Yang kedua,  Sigit Joko Purnomo itu di Km 12. Sebelumnya, Sigit Joko Purnomo mengalami kram kaki di Km 9-10. Setelah  perawatan medis,   beliau kembali jalan. Dan di KM 12 beliau kena serangan jantung dan meninggal dunia,”ungkapnya.

Tony menegaskan, pihaknya telah berusaha maksimal dan telah melakukan sesuai dengan SOP.

“Kami keluarga besar Sisorogo sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan SOP yang ada. Kami sudah memberikan pertolongan terkait dengan dua kejadian tersebut. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Beliau berdua  meninggal dunia,”terangnya.

Tony menuturkan, keduanya juga tidak tercover asuransi. Karen yang tercover asuransi, kata Tony,  terkait dengan kecelakaan peserta pelari. Seperti, jatuh ke jurang. Yang kedua, misalnya, kejatuhan pohon.  Karena beliau berdua terkena serangan jantung, sehingga itu tidak di-cover oleh asuransi. Kami komunitas Siksorogo sudah menyampaikan santunan, tali asih sebagai bagian dari duka kami yang terdalam kepada kedua keluarga,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Siksorogo Lawu Ultra (SLU) Fajar Brillianto menambahkan, terkait dengan meninggalnya dua peserta ee Siksorogo Ultra tahun 2025 yang kami laksanakan,  dua peserta yang meningggal dunia ini afalah peserta Fun Run dan bukan peserta kategori Ultra yang beresiko tinggi.

“Kedua peserta yang meninggal bukan peserta prestasi dengan resiko tinggi. Tapi peserta Fun Tun yang sifatnya rekreasi. Jadi, memang, ee, beliau berdua tidak mengejar prestasi, tidak mengejar kecepatan,”ujarnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya akan melakukan evaluasi, sehingga event Siksorogo tahun 2026 menjadi lebih baik.

“Selama enam kali pelaksanaan, baru kali ini ada peserta meninggal dunia. Tentu, kami akan melakukan evaluasi agar kegiatan ini semakin baik,”pungkasnya.

Sementara itu, Sat Reskrim Polres Karanganyar telah meminta keterangan kepada panitia pelaksana.

Kasat Reskrim, Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan, materi pemeriksaan berkaitan dengan pelaksanaan  lomba lari yang diikuti 5.700 peserta tersebut.

Ketika disinggung apakah ada unsur kelalaian, Kasat Reskrim menegaskan masih mendalami keterangan panitia.

Baca juga : Dua Peserta Siksorogo Run 2025 Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

“Kita baru meminta keterangan panitia. Kami belum bisa memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” tegasnya. (03)

Exit mobile version