SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (BEM FTIK) Universitas Semarang (USM) 2025 menginisiasi aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang serta Tapanuli Raya, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera.
Aksi kemanusiaan ini dilatarbelakangi oleh semangat BEM FTIK USM 2025 untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia yang terdampak bencana. Sebagai mahasiswa, BEM FTIK memandang bahwa peran akademisi tidak hanya terbatas pada ruang kampus, tetapi juga harus hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat, terutama saat kondisi darurat kemanusiaan.
Baca juga: Mahasiswa USM Nyalakan Semangat Budaya Lewat “Suluhing Kampung Jawi”
Penggalangan dana dilakukan tanpa target nominal tertentu. BEM FTIK USM 2025 menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu meringankan beban korban bencana, terlepas dari besar atau kecilnya bantuan yang diberikan. Setiap donasi yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
Kolaborasi lintas wilayah dalam aksi kemanusiaan ini terjalin berkat relasi yang dimiliki Ketua BEM FTIK 2025, Meilisa, yang merupakan masyarakat asal Sumatera Utara. Melalui jejaring tersebut, BEM FTIK 2025 bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Labuhanbatu (BEM FH ULB) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Malikussaleh (HIMATANSI UNIMAL) sebagai relawan penyalur bantuan di lokasi bencana.
Dalam kolaborasi ini, BEM FTIK USM 2025 berperan sebagai pihak penggalang dan pengumpul dana, sementara HIMATANSI UNIMAL menyalurkan bantuan ke wilayah Aceh Tamiang dan BEM FH ULB bertugas menyalurkan bantuan di wilayah Tapanuli Raya, khususnya Tapanuli Tengah. Pembagian peran ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Penggalangan dana dibuka selama tujuh hari, mulai 28 November hingga 4 Desember. Waktu penggalangan yang relatif singkat dipilih agar bantuan dapat segera disalurkan mengingat kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat. BEM FTIK 2025 menyediakan dua metode donasi, yakni melalui QRIS dan transfer bank, guna memudahkan masyarakat berdonasi tanpa batasan nominal, termasuk donasi mulai dari Rp1.
Bantuan disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan obat-obatan, bukan dalam bentuk uang tunai. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana secara efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp8.013.150. Dari jumlah tersebut, Rp5.000.000 disalurkan kepada HIMATANSI UNIMAL untuk wilayah Aceh Tamiang, dan Rp2.910.150 disalurkan kepada BEM FH ULB untuk wilayah Tapanuli Raya. Sisa donasi sebesar Rp103.000 yang masuk setelah penyaluran dialihkan ke platform Kitabisa.com sebagai bentuk komitmen BEM FTIK 2025 terhadap akuntabilitas dan penyaluran bantuan tanpa sisa.
Untuk menjamin transparansi dan kepercayaan publik, BEM FTIK USM bersama BEM FH ULB dan HIMATANSI UNIMAL sepakat melakukan pelaporan terbuka melalui media sosial masing-masing organisasi. Seluruh proses, mulai dari pengumpulan hingga penyaluran bantuan, dipublikasikan melalui laporan langsung di Instagram Story, unggahan resmi, serta rilis berita sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur.
Baca juga: Galuh Amanda, Mahasiswa USM Asal Demak Lolos Djarum Beasiswa Plus 2025/2026
BEM FTIK 2025 menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk solidaritas antarsesama anak bangsa. Mereka menegaskan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk saling membantu. Meskipun tidak terjun langsung ke lokasi bencana, BEM FTIK 2025 memastikan bahwa usaha, doa, dan kepedulian tetap menyertai masyarakat terdampak.
Ke depan, BEM FTIK 2025 berharap kolaborasi lintas daerah seperti ini dapat terus terjalin. Sinergi antarmahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia dinilai penting untuk menciptakan ruang gerak bersama dalam aksi kemanusiaan, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045. (01).




