32 C
Semarang
, 1 Januari 2026
spot_img

Kisah Alisya Eka Putri, Mahasiswi USM Berprestasi di Dunia Voli

Alisya membagikan kisah perjuangan, ketangguhan mental, serta totalitasnya menekuni dunia olahraga voli.

SEMARANG, Jatengnews.id – Menjadi atlet berprestasi sekaligus mahasiswa aktif bukanlah perkara mudah. Namun bagi Alisya Eka Putri, mahasiswi Universitas Semarang (USM), tantangan tersebut justru menjadi komitmen yang dijalani dengan penuh dedikasi.

Dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa (23/12/2025), Alisya membagikan kisah perjuangan, ketangguhan mental, serta totalitasnya menekuni dunia olahraga voli.

Bakat olahraga mengalir dalam diri Alisya sejak kecil. Ia mengaku mewarisi darah atlet dari sang ayah. Perjalanan kariernya dimulai dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah hingga kini menjadi salah satu pemain andalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli USM. Meski demikian, jalan yang ditempuh tidak selalu mulus.

Baca juga: Galuh Amanda, Mahasiswa USM Asal Demak Lolos Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

Di fase awal kariernya, Alisya sempat merasa tidak percaya diri akibat tinggi badan yang dianggap kurang ideal serta berbagai komentar negatif dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut bahkan sempat membuatnya berpikir untuk berhenti menekuni voli.

“Dulu pernah ingin berhenti karena merasa kurang tinggi, ditambah omongan orang yang menjelek-jelekkan. Tapi saya pikir, tanggung kalau berhenti sekarang. Sekali basah, ya basah sekalian,” ujar Alisya.

Ketangguhan mental Alisya kembali diuji saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jepara. Meski posisi aslinya bukan sebagai libero, ia tetap siap turun ke lapangan menggantikan rekan tim yang berhalangan demi kepentingan tim.

Baginya, keberhasilan dalam pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga komunikasi dan kepercayaan antar pemain.

Prestasi yang diraih Alisya tidak terlepas dari kedisiplinan dan konsistensi latihan. Ia harus menjalani latihan fisik intensif, termasuk latihan sirkuit yang menguras tenaga dan ketahanan tubuh.

Tantangan terberat datang ketika ia mengalami cedera ankle cukup serius hingga menyebabkan perubahan warna pada bagian yang cedera.

Di tengah masa pemulihan, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama bagi Alisya. Selain orang tua, kehadiran pasangan yang memiliki minat serupa di dunia olahraga turut memberikan motivasi agar ia tetap bangkit dan tidak menyerah pada kondisi fisik.

Sebagai mahasiswi USM, Alisya juga merasakan manfaat dari kebijakan kampus yang mendukung pengembangan prestasi olahraga. Dukungan tersebut diberikan melalui dispensasi akademik saat mengikuti kejuaraan, serta apresiasi berupa beasiswa atlet USM.

Baca juga: Mahasiswa USM Nyalakan Semangat Budaya Lewat “Suluhing Kampung Jawi”

“Yang paling saya syukuri, beasiswa ini sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama untuk biaya UKT,” ungkapnya.

Kini, Alisya berfokus menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan olahraga, sembari menyiapkan masa depan kariernya.

Ia membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, mental yang kuat, serta dukungan lingkungan kampus yang positif, menjadi mahasiswa atlet USM bukan hanya sebuah tantangan, melainkan juga kebanggaan dan proses pendewasaan diri. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN