SEMARANG, Jatengnews.id – Dunia musik kampus Universitas Semarang (USM) kembali menghadirkan warna baru lewat kehadiran Summerize, band yang digawangi empat mahasiswa USM.
Band ini menjadikan musik sebagai ruang jujur untuk mengekspresikan cerita, emosi, dan dinamika kehidupan anak muda.
Summerize beranggotakan Ilham Firdaus (vokal/gitar), Fidel Ezra (gitar), Khoirul Anam (bass), dan Ivan Farrel (drum). Mereka dipertemukan melalui aktivitas di UKM Musik Universitas Semarang, yang kemudian berkembang lewat kebiasaan berdiskusi dan nongkrong bersama di kafe hingga melahirkan kesamaan visi bermusik.
Baca juga: Mahasiswi USM Raih Juara 2 Kejurnas Panahan Antar Klub 2025, Lintang Bidik Olimpiade 2028
Meski berasal dari latar belakang dan preferensi genre musik yang berbeda, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam proses kreatif Summerize. Dari kebersamaan yang terbangun, band ini tumbuh menjadi wadah kreatif yang saling mendukung dan terus mendorong eksplorasi musikal dalam setiap karya.
Bagi Summerize, musik bukan sekadar hiburan, tetapi medium untuk menyampaikan cerita yang dekat dengan realitas generasi muda—mulai dari pencarian jati diri, perasaan yang kerap terpendam, hingga keberanian melangkah di tengah ketidakpastian.
“Lewat Summerize, kami ingin musik menjadi ruang yang jujur—tempat kami menuangkan cerita dan perasaan apa adanya,” ungkap Ilham Firdaus, vokalis Summerize.
Sebagai mahasiswa Universitas Semarang, keempat personel berupaya menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan proses kreatif bermusik. Kehadiran Summerize sekaligus menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya ruang belajar formal, tetapi juga lahan subur bagi tumbuhnya kreativitas dan karya seni yang relevan dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Kisah Anak Nelayan Lolos KIP-K USM 2025, Rifqi Jauhari: Kini Bisa Fokus Raih Prestasi
Melalui berbagai platform digital, Summerize terus memperkenalkan karya mereka kepada pendengar yang lebih luas. Ke depan, band ini menargetkan rilis album perdana serta menghadirkan karya-karya yang semakin matang.
Mereka berharap setiap karya yang diciptakan mampu menjadi teman, penguat, sekaligus cermin bagi banyak anak muda yang sedang menjalani fase pencarian dan pertumbuhan diri. (01).




