32 C
Semarang
, 1 Januari 2026
spot_img

Indosat Gandeng POLINES Dorong Aksi Pilah Sampah Plastik Lewat Program JagaRaya PilahBox

Indosat Ooredoo Hutchison berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Semarang untuk pengelolaan sampah plastik berkelanjutan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Politeknik Negeri Semarang (POLINES) untuk mengampanyekan pengelolaan sampah plastik berkelanjutan melalui program JagaRaya PilahBox.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Indosat pada pilar lingkungan, yang mengajak mahasiswa dan masyarakat terlibat langsung dalam pemilahan sampah plastik dengan imbalan pulsa seluler.

Baca juga : Dorong Pemberdayaan Perempuan Daerah IOH Luncurkan PaPeDa

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus POLINES tersebut diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, sivitas akademika, media, dan masyarakat sekitar. Peserta diajak mengumpulkan botol plastik sekaligus mencoba langsung PilahBox, mesin pintar berbasis Internet of Things (IoT) milik Indosat yang mampu mengenali dan menghitung botol plastik secara otomatis, lalu mengonversinya menjadi pulsa IM3 atau Tri.

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Menurutnya, pendekatan sederhana dengan insentif pulsa diharapkan mampu mendorong partisipasi lebih luas dalam pengelolaan sampah plastik.

“Melalui kampanye JagaRaya bersama POLINES, kami ingin menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sebagai aksi kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan,” ujar Fahd.

Untuk mengikuti program ini, peserta cukup membawa botol plastik dan memiliki nomor Indosat yang aktif. Setelah melakukan verifikasi nomor melalui One-Time Password (OTP), botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin akan dikonversi menjadi poin. Setiap botol bernilai 50 poin, dengan minimal 1.000 poin untuk ditukarkan menjadi pulsa. Khusus penukaran perdana, peserta langsung memperoleh 1.000 poin sebagai bentuk apresiasi.

Fahd menambahkan, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta.

Botol plastik yang terkumpul selanjutnya dikelola oleh Bank Sampah POLINES sebagai mitra pengelolaan sampah tingkat kampus. Sampah tersebut didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi, sehingga turut memberdayakan komunitas dan UMKM lokal.

Direktur POLINES, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif Indosat yang dinilai sejalan dengan pengembangan pendidikan vokasi. Ia menilai program ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam pengelolaan sampah modern yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Teknologi digital tidak hanya mendorong kemajuan industri, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan ini memberi pembelajaran langsung bagi mahasiswa sekaligus manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, mesin JagaRaya PilahBox telah hadir di sejumlah kota seperti Bogor, Semarang, Medan, Makassar, dan Mataram. Hingga 2025, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 113 ribu botol plastik atau setara dua ton sampah dari hampir 2.000 partisipan.

Baca juga : IOH Catatkan 15,3 Pelanggan di Jateng dan DIY

Melalui kehadiran JagaRaya PilahBox di POLINES, Indosat menegaskan komitmennya bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga masa depan lingkungan Indonesia. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN