DEMAK, Jatengnews.id – Menutup tahun 2025, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak merilis film sosialisasi terbaru berjudul “Kudu Wani”, Selasa (30/12/2025).
Peluncuran film yang digelar di aula kantor Bawaslu Kabupaten Demak itu dihadiri sejumlah perwakilan lembaga dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Ketua KPU Demak, Bakesbangpol Demak, Dinkominfo Demak, Kwarcab Demak, PGSI Demak, serta awak media.
Baca juga : Bawaslu Demak Bentuk Garda Kalijaga Demak Perkuat Pengawasan Pemilih Berkelanjutan
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menjelaskan bahwa “Kudu Wani” merupakan salah satu bentuk inovasi sosialisasi yang dilakukan pada masa non tahapan pemilu. Menurutnya, walau tidak sedang menjalankan tahapan resmi, Bawaslu harus tetap produktif dan memberikan edukasi politik kepada masyarakat.
“Kami sudah menggagas sejak lama apa yang harus dilakukan di masa non tahapan ini, salah satunya produksi film sosialisasi,” ujarnya.
Ulin menambahkan, selain mengawasi data pemilih berkelanjutan (PDPB), pihaknya tetap berkewajiban meningkatkan kesadaran publik mengenai demokrasi dan pengawasan partisipatif. Produksi film menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan sosialisasi di era digital.
“Selain melakukan pengawasan data pemilih berkelanjutan, kami juga harus produktif. Salah satunya produksi film, sosialisasi di era digital,” imbuhnya.
Menurut Ulin, ide pembuatan film dokumenter bukan hal baru bagi Bawaslu Demak. Pada tahun 2021–2022, lembaga tersebut pernah merilis film dokumenter berjudul “Wani”. Berbekal pengalaman tersebut, “Kudu Wani” hadir sebagai upaya lanjutan untuk memperkuat edukasi tentang demokrasi dan mendorong masyarakat berani melapor apabila menemukan pelanggaran pemilu.
Ia berharap film tersebut dapat memperkaya nilai-nilai demokrasi sekaligus menggugah masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.
“Harapan kami, film ini menambah esensi-esensi demokrasi sehingga masyarakat tergugah untuk melakukan pengawasan partisipatif di masa tahapan nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, memberikan apresiasi atas peluncuran film terbaru garapan Bawaslu Kabupaten Demak tersebut.
“Kami mengucapkan apresiasi atas launching film terbaru yang diproduksi Bawaslu Demak,” ucap Amin.
Amin menilai, pembuatan film dapat menjadi sarana efektif untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang membuat batas ruang sosialisasi semakin luas.
“Meskipun pembuatan film bukan tugas dan wewenang Bawaslu, namun produksi film bagian dari sosialisasi kepada masyarakat di era digitalisasi,” tuturnya.
Amin juga menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk menyuarakan kebenaran dan mengawal pemilu agar tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi.
“Diam adalah ruang bagi kecurangan. Kudu wani menyuarakan,” tegasnya dalam pesan penutup.
Baca juga : Bawaslu Petakan Potensi Kerawanan di Pilkada Demak
Kegiatan ditutup dengan sesi bedah film “Kudu Wani” yang menghadirkan narasumber Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Amin, pakar perfilman Muthohar Al Frigiyu, serta anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, sebagai pemantik diskusi. (03)




