SEMARANG, Jatengnews.id – Jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah (Jateng) selama libur Natal 2025 menunjukkan tren positif.
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Disporapar Jateng, total kunjungan wisatawan pada periode 20–28 Desember 2025 mencapai 2.349.575 kunjungan, atau naik sekitar 4,5 persen dibandingkan libur Natal tahun sebelumnya.
Baca juga: Gubernur Jateng Sebut Karimunjawa Harus Jadi Etalase Wisata Dunia
Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, menyebut puncak kunjungan terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, dan masih berpotensi meningkat menjelang libur Tahun Baru.
“Kami memprediksi masih akan terjadi lonjakan kunjungan pada libur Tahun Baru,” ujar Masrofi saat ditemui Jatengnews.id, Senin (29/12/2025).
Masrofi mengungkapkan, data tahun ini juga menunjukkan tren baru, yakni meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata religi. Hal tersebut terlihat dari masuknya tiga destinasi wisata religi ke dalam daftar lima besar kunjungan tertinggi selama libur Natal.
Berikut daftar 10 destinasi wisata dengan kunjungan tertinggi di Jawa Tengah selama libur Natal 2025:
Kota Lama Semarang – 310.224 kunjungan
Masjid Agung Demak – 203.512 kunjungan
Makam Sunan Kalijaga – 173.190 kunjungan
Taman Wisata Candi Prambanan – 152.817 kunjungan
Masjid Raya Syekh Zayed Surakarta – 108.021 kunjungan
Candi Borobudur – 93.170 kunjungan
Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara – 91.089 kunjungan
Owabong Purbalingga – 73.001 kunjungan
Pantai Karang Jahe, Rembang – 71.387 kunjungan
Lawang Sewu Semarang – 67.071 kunjungan
Sementara itu, dari sisi wilayah, Kota Semarang kembali menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi, yakni 431.754 kunjungan. Disusul Kabupaten Demak (412.453), Klaten (390.373), Rembang (227.912), dan Kota Surakarta (214.773).
Masrofi menjelaskan, tingginya kunjungan ke Kota Lama Semarang tidak lepas dari penataan kawasan serta peningkatan fasilitas yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kota Lama merupakan kawasan wisata sejarah terbuka tanpa tiket masuk, sehingga menarik wisatawan untuk berfoto, berwisata kuliner, dan menikmati suasana,” jelasnya.
Baca juga: Bank Jateng Tour de Borobudur Sukses Digelar, Promosi Pariwisata Jateng
Selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Disporapar Jateng juga mendorong pergerakan wisata melalui berbagai event ekonomi kreatif di sejumlah daerah. Selain itu, pemerintah turut menyiapkan Posko Terpadu Nataru serta melakukan koordinasi lintas sektor guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Disporapar Jateng memproyeksikan total kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat mencapai 4,3 hingga 4,5 juta kunjungan, seiring masih berlanjutnya arus wisata pada awal Januari 2026.
“Perkiraan kami lonjakan wisata akan kembali terjadi pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026,” pungkas Masrofi.(02)




