28 C
Semarang
, 19 Februari 2026
spot_img

Pemkot Semarang Sambut 2026 dengan Doa Lintas Agama dan Donasi Kemanusiaan

Ini menjadi ruang kebersamaan ribuan warga Semarang lintas keyakinan untuk berdoa, berdonasi, sekaligus memperkuat nilai toleransi.

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyambut pergantian Tahun Baru 2026 tanpa pesta kembang api. Sebagai gantinya, Pemkot menggelar Doa Bersama Lintas Agama dan penggalangan donasi kemanusiaan sebagai wujud empati dan solidaritas bagi korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Rabu (31/12/2025) malam, ini menjadi ruang kebersamaan ribuan warga Semarang lintas keyakinan untuk berdoa, berdonasi, sekaligus memperkuat nilai toleransi.

Acara tersebut dihadiri tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, serta masyarakat umum. Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, yang hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan pesan persatuan dan kepedulian sosial kepada seluruh warga.

Baca juga: Pemkot Semarang Matangkan Skema PSEL di TPA Jatibarang

Dalam sambutannya, Iswar menegaskan bahwa kebersamaan dalam doa pada penghujung tahun mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan di Kota Semarang.

“Malam ini Simpang Lima terasa hangat karena kita berkumpul dalam satu doa meski berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Iswar menjelaskan, doa lintas agama ini juga menjadi ruang refleksi untuk mensyukuri capaian pembangunan Kota Semarang sepanjang 2025 yang diraih melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Pada saat yang sama, kegiatan donasi menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi urat nadi kehidupan warga Semarang.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong agar beban saudara-saudara yang terdampak bencana dapat diringankan melalui uluran tangan bersama. Pemkot Semarang, lanjutnya, terus memperkuat program jaminan sosial dan bantuan kemanusiaan agar tidak ada warga yang merasa sendirian saat menghadapi kesulitan.

“Mari melangkah ke Tahun 2026 dengan optimisme baru untuk membangun Semarang yang semakin hebat dan inklusif bagi semua. Semoga semangat kerukunan terus terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan umat Hindu Kota Semarang I Dewa Made Artayasa menilai doa lintas agama ini menjadi simbol nyata persatuan dan kepedulian kemanusiaan.

Baca juga: Wali Kota Semarang Agustina Apresiasi Kinerja Jajaran Pemkot Usai Semarang Raih WTP

“Doa bersama ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati, peduli, dan bersatu. Kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan memohon Semarang tetap menjadi kota yang aman dan damai,” ungkapnya.

Selain doa dan donasi, acara juga diramaikan hiburan rakyat serta pasar malam UMKM, sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal. Melalui kegiatan ini, Pemkot Semarang berharap semangat toleransi, empati, dan kebersamaan yang terbangun di Simpang Lima terus terjaga mengiringi langkah Kota Semarang memasuki tahun 2026. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN