Beranda Daerah Kades Purworejo Tegaskan Jalan Rusak di Bonang Demak Masuk Wilayah Tridonorejo

Kades Purworejo Tegaskan Jalan Rusak di Bonang Demak Masuk Wilayah Tridonorejo

Jalan rusak yang dikeluhkan warga merupakan perbatasan dan masuk wilayah Desa Tridonorejo, bukan wilayah Desa Purworejo

Kondisi jalan kabupaten di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Demak, tampak rusak parah dan tergenang air, memaksa pengendara sepeda motor melintas dengan hati-hati saat hujan turun, Sabtu (3/1/2026). (Foto:Sam)
Kondisi jalan kabupaten di Desa Tridonorejo Kecamatan Bonang, Demak, tampak rusak parah dan tergenang air, memaksa pengendara sepeda motor melintas dengan hati-hati saat hujan turun, Sabtu (3/1/2026). (Foto:Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Rifqi Salafudin, memberikan klarifikasi terkait keluhan warga soal kondisi jalan rusak dan tergenang di wilayah Bonang yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Melalui pesan singkat Jatengnews.id, Rifqi menegaskan, jalan kabupaten yang dikeluhkan warga tersebut tidak masuk wilayah administratif Desa Purworejo, melainkan berada di wilayah perbatasan dan masuk Desa Tridonorejo.

“Jalan rusak yang dikeluhkan warga merupakan perbatasan dan masuk wilayah Desa Tridonorejo, bukan wilayah Desa Purworejo,” tegas Rifqi, Sabtu (3/1/2026).

Sebelumnya diberitakan Jatengnews.id, warga Purworejo mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan tergenang air saat hujan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Baca juga: Warga Desak Pemerintah Perbaikan Jalan Rusak di Demak-Bonang

Salah satu warga, Sri Ningsih, mengaku pernah terjatuh bersama suaminya akibat jalan licin dan tidak rata.

“Waktu itu habis gerimis, jalannya licin, banyak lubang dan batu yang menonjol. Pas menghindari lubang, ban belakang kena batu, lalu terpeleset dan jatuh,” ujarnya.

Sri menambahkan, wilayah tersebut sejak lama kerap dilanda banjir. Meski kini genangan mulai berkurang, kondisi jalan justru kerap berubah menyerupai kolam ikan setiap kali hujan turun.

“Korban sudah banyak yang jatuh, termasuk saya dan suami. Jalan ini dijanjikan sejak 2021 atau 2022, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Dwi Mustika Melati, warga setempat sekaligus mahasiswi dan aktivis PMII Demak. Ia menilai kondisi jalan yang rusak parah, tergenang air, dan minim penerangan sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Selain rusak dan berlubang, penerangan jalan juga tidak ada. Ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan serta kerusakan kendaraan. Kami berharap ada perbaikan segera, bukan sekadar janji kampanye,” tegasnya.

Warga lain menilai perbaikan sementara menggunakan sirtu hanya bersifat jangka pendek.

“Untuk jangka panjang seharusnya dicor beton permanen,” katanya.

Ia juga menyebutkan, sejumlah titik masih tergenang parah, seperti di depan SMP Bonang dan Kantor Kecamatan Bonang. Jalan sepanjang sekitar satu kilometer, mulai kawasan Bumdesma UPK Bonang hingga Keripik, dilaporkan terendam air lebih dari tiga bulan hingga berlumut dan sangat licin.

Baca juga: Jalan Rusak Parah, Warga Bonang Demak Desak Segera Lakukan Perbaikan

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari normalisasi sungai dari hulu ke hilir, perbaikan drainase berkelanjutan, hingga pembangunan kolam retensi atau danau buatan sebagai penampung air sementara.

Pengaturan buka-tutup bendungan di hulu juga dinilai penting untuk mengendalikan aliran air saat rob maupun hujan deras.

Warga berharap keluhan yang terus berulang ini mendapat perhatian serius agar akses jalan di Bonang, Demak kembali layak dan aman digunakan masyarakat. (01)

Exit mobile version