KARANGANYAR, Jatengnews.id – Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Karanganyar sepanjang tahun 2025 didominasi oleh tanah longsor dan angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mencatat sebanyak 261 kejadian bencana alam selama periode tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bencana-bencana tersebut berdampak signifikan terhadap masyarakat, baik pada permukiman warga maupun sarana dan prasarana fasilitas umum.
Baca juga: Hujan Deras, BPBD Karanganyar Siaga Bencana
“Selama tahun 2025, bencana alam yang terjadi di Karanganyar lebih didominasi tanah longsor dan angin kencang. Kejadian ini sangat berdampak kepada masyarakat,” ujar Hendro, Kamis (8/1/2026).
Ia merinci, sepanjang 2025 terjadi 103 kejadian tanah longsor, 105 kejadian angin kencang, 47 kebakaran, tiga kejadian banjir, serta tiga kali pergerakan tanah.
Selain itu, bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas, antara lain 34 unit prasarana publik, 16 unit fasilitas sosial, 11 unit fasilitas ekonomi, dan satu unit perkantoran.
BPBD Karanganyar juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, khususnya tanah longsor. Wilayah lereng Gunung Lawu menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan longsor tertinggi, terutama saat musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Kecamatan yang masuk zona rawan longsor antara lain Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi, Kerjo, Jatiyoso, Jatipuro, Karangpandan, dan Matesih,” jelas Hendro.
Baca juga: BPBD Karanganyar Imbau Waspada Musim Kemarau
Sementara itu, daerah yang rawan angin kencang meliputi Kecamatan Mojogedang, Gondangrejo, Kebakkramat, Tasikmadu, Jumapolo, dan Jumantono. Adapun wilayah dengan potensi banjir berada di sekitar aliran sungai besar.
Hendro mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, karena bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya.(02)






