SEMARANG, Jatengnews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia yang baru-baru ini dicanangkan Kementerian Sosial RI belum sepenuhnya dapat dijalankan di daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan hingga kini belum menerima petunjuk teknis maupun regulasi resmi terkait pelaksanaan MBG khusus lansia.
Sebelumnya, Kementerian Sosial RI telah mencanangkan program MBG khusus lansia dengan kuota nasional sebanyak 100 ribu penerima.
Baca juga : 32 Pelajar Tawangmangu Keracunan Usai Santap MBG
Program ini menyasar lansia berusia 75 tahun ke atas, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau masuk kategori miskin dan tidak mampu, bukan pensiunan aparatur negara, memiliki NIK/KTP, serta diusulkan oleh camat atau kepala distrik.
Namun hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu kejelasan regulasi dan petunjuk teknis agar program tersebut dapat diimplementasikan secara merata dan tepat sasaran, termasuk di Jawa Tengah.
Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, menegaskan bahwa secara regulasi program MBG yang telah berjalan masih menyasar peserta didik dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Untuk MBG lansia belum ada petunjuk secara regulasi. Arahan yang disampaikan Bapak Presiden kemarin saat panen raya dan pengumuman swasembada pangan juga belum mengatur secara teknis,” ujar Hanung dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Kamis (8/1/2025).
Hanung menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, penerima MBG mencakup siswa TK hingga SMA atau sederajat, termasuk pondok pesantren.
Di Jawa Tengah, jumlah penerima MBG dari kelompok tersebut diperkirakan mencapai 9,64 juta orang.
Sementara itu, di tingkat kota, Pemerintah Kota Semarang juga mengaku belum mendapatkan instruksi lanjutan dari pemerintah pusat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Semarang menyatakan bahwa hingga kini belum ada arahan resmi dari Kementerian Sosial terkait MBG lansia.
“Di Semarang belum ada instruksi dari Kemensos. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Ketua MBG Kota Semarang. Untuk penerima tambahan yang dilayani saat ini masih balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelasnya.
Di sisi lain, suara berbeda datang dari kalangan lansia. Hadi (77), warga Kota Semarang, menilai bantuan makanan belum tentu sesuai dengan kebutuhan lansia.
Baca juga : Pemkab Karanganyar Evaluasi Total MBG
“Menurut saya sih tidak usah, lebih baik kalau mau memberi uang saja. Saya juga ada makanan yang tidak bisa saya makan. Biasanya kalau salah makan bisa mual sampai muntah,” ungkapnya. (03)
