Beranda Daerah Banjir Tridonorejo Demak Makin Parah Dua Dukuh Terendam hingga 35 Sentimeter

Banjir Tridonorejo Demak Makin Parah Dua Dukuh Terendam hingga 35 Sentimeter

Desa Tridonorejo di Demak dilanda banjir akibat hujan deras. Ketahui lebih lanjut tentang situasi terkini di sini.

Warga melintas di jalan raya Demak-Bonang di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Demak, yang terendam banjir rob bercampur hujan. Ketinggian air dilaporkan terus meningkat dan menggenangi rumah warga. (Foto:Sam)
Warga melintas di jalan raya Demak-Bonang di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Demak, yang terendam banjir rob bercampur hujan. Ketinggian air dilaporkan terus meningkat dan menggenangi rumah warga. (Foto:Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Kepala Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Syeni Kalistyo, menyatakan ketinggian banjir yang melanda wilayahnya terus mengalami peningkatan akibat kombinasi hujan deras, air rob, serta jebolnya pintu pembuangan air.

Menurut Syeni, banjir saat ini paling parah merendam Dukuh Kaligawe dan Dukuh Kripik. Air bahkan telah memasuki rumah-rumah warga yang bangunannya belum ditinggikan, dengan ketinggian mencapai sekitar 35 sentimeter.

Baca juga : Pintu Kanal Jebol, Banjir Rendam Desa Tridonorejo Demak

“Banjir di Dukuh Kripik dan Kaligawe, rumah yang belum meninggikan bangunannya tenggelam semua. Air masuk ke rumah sekitar 35 sentimeter dan ini semakin tinggi dibandingkan kemarin,” ujar Syeni, Sabtu (10/1/2026).

Syeni menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi bersamaan dengan naiknya air laut (rob). Akibatnya, aliran air hujan tidak dapat terbuang ke laut dan justru tertahan di wilayah permukiman.

“Air tidak bisa keluar karena ada rob, aliran air jadi tersendat dan menggenangi desa,” jelasnya.

Situasi banjir semakin parah setelah pintu pembuangan air Kripik Cilik dilaporkan jebol. Kondisi tersebut menyebabkan air Sungai Jajar meluap ke permukiman saat debit air meningkat.

“Pintu pembuangan Kripik Cilik jebol. Saat air sungai naik, pintu tidak bisa ditutup sehingga seluruh air masuk ke pemukiman warga tanpa terkendali,” kata Syeni.

Sementara itu, warga setempat bernama Arif menyebut banjir rob telah menjadi kejadian rutin dalam beberapa bulan terakhir. Namun kali ini kondisinya lebih parah karena hujan yang turun hampir tanpa jeda.

“Biasanya rob, tapi ini hujan terus, ditambah katanya pintu air kecil jebol, jadi airnya tambah tinggi,” ujarnya.

Banjir juga dilaporkan menggenangi Jalan Raya Demak–Bonang sepanjang hampir satu kilometer, mulai dari kawasan Polsek Bonang hingga perbatasan Desa Purworejo, dengan ketinggian air sempat mencapai selutut orang dewasa.

Syeni berharap Pemerintah Kabupaten Demak segera turun tangan membantu perbaikan pintu pembuangan air di Sungai Jajar guna mencegah banjir semakin meluas.

Baca juga : 127 Desa di Demak Masuk Zona Rawan Bencana

“Harapan kami ada bantuan perbaikan pintu air. Kalau debit sungai tinggi dan pintu tidak berfungsi, desa kami bisa tenggelam,” pungkasnya. (03)

Exit mobile version