SEMARANG, Jatengnews.id – Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, Tahani Ahla Al Amani telah mencatatkan prestasi yang tak biasa.
Siswi kelas 4 sekolah dasar itu berhasil meraih medali perak dalam ajang Regional GREENMECH Programmer 2026, kompetisi coding dan kreativitas mekanika berbasis energi hijau dan ekonomi sirkular.
Baca juga: Wagub Taj Yasin Serahkan Bisarah 22 Penghafal Quran
Ahla, putri ketiga Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, tampil bersama timnya, Cosmic 1C, mewakili SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang.
Kompetisi tersebut digelar oleh Rumah Edukasi di Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu (10/1/2026).
Di arena lomba, Ahla dan rekan setimnya tak sekadar berhadapan dengan barisan kode. Mereka ditantang membangun mesin Rube Goldberg, rangkaian mekanika kompleks untuk menyelesaikan tugas sederhana, dengan mengintegrasikan prinsip STEM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Seluruh konsep diarahkan pada solusi ramah lingkungan, sebuah pendekatan yang menuntut ketelitian sekaligus kreativitas.
“Alhamdulillah, Kak Ahla dan tim Cosmic 1C berhasil meraih medali perak sekaligus mendapatkan voucher senilai Rp 800 ribu. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah,” ujar Nur Ulfah Maulida, guru kelas sekaligus wali kelas Ahla.
Prestasi ini bukan akhir. Menurut Maulida, tim Cosmic 1C telah bersiap melangkah ke level berikutnya. Mereka dijadwalkan mengikuti kejuaraan nasional di Bandung pada 24 April 2026, sebelum melanjutkan ke kompetisi internasional di Thailand pada Agustus 2026.
Bagi Ahla, dunia kompetisi bukan hal baru. Selain coding, ia juga pernah mencicipi panggung seni dengan meraih Juara Harapan II lomba paduan suara SJSS. Perpaduan logika dan seni menjadi warna tersendiri dalam proses belajarnya.
Baca juga: Wagub Taj Yasin Ajak Santri Dukung Swasembada Pangan
Ahla merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Taj Yasin Maimoen dan Hj Nawal Arafah Yasin MSI. Kakak-kakaknya adalah Neil Amal Al Fayed dan Tazkiyah Al Khalad, sementara adiknya bernama Nabigh Taj Maimoen.
Ajang GREENMECH sendiri dikenal sebagai kompetisi berjenjang yang melahirkan talenta muda di bidang sains dan teknologi. Kategorinya beragam, mulai dari GreenMech Basic, Advanced, Junior Science, Junior Programmer, hingga Robot for Mission (R4M). Dalam beberapa tahun terakhir, perwakilan Indonesia kerap menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Dari sebuah ruang kelas di Semarang, langkah kecil Ahla kini bergerak menuju panggung teknologi dunia, menjadi penanda bahwa masa depan inovasi hijau Indonesia sedang bertumbuh, satu baris kode demi satu mimpi.(02)






