28 C
Semarang
, 18 Januari 2026
spot_img

14 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Beroperasi, 1.275 Siswa Ikut Program

Dari jumlah tersebut, 14 Sekolah Rakyat berada di Provinsi Jawa Tengah.

BANJARBARU, Jatengnews.id  — Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dari jumlah tersebut, 14 Sekolah Rakyat berada di Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Soal Sekolah Rakyat, Begini Penjelasan Gubernur Jawa Tengah

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan 14 Sekolah Rakyat tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota dan telah beroperasi sejak Juli hingga September 2025 sebagai sekolah rintisan.

“Total ada 1.275 anak didik yang bersekolah di 14 titik Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA,” ujar Imam saat ditemui di lokasi peresmian.

Sekolah Rakyat di Jawa Tengah tersebar di sejumlah daerah, antara lain Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

Imam menegaskan, seluruh peserta didik Sekolah Rakyat tersebut tinggal di asrama dengan sistem boarding school.

“Alhamdulillah, dari 1.275 anak itu diasramakan dan semuanya betah,” katanya.

Selain 14 titik yang sudah berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menambah empat Sekolah Rakyat baru pada 2026, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota. Keempat daerah tersebut adalah Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang, yang ditargetkan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga intervensi sosial terhadap keluarga siswa, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberdayakan keluarganya,” jelasnya.

Intervensi tersebut meliputi perbaikan rumah tidak layak huni, fasilitasi listrik, air bersih, jamban, hingga bantuan usaha ekonomi produktif bagi keluarga siswa.

“Anaknya disekolahkan, keluarganya kami bangkitkan agar bisa mandiri dan berdaya,” tambah Imam.

Baca juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dukung Program Sekolah Rakyat

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Di satu sisi kita mengurangi kemiskinan ekstrem, di sisi lain mengembangkan pendidikan vokasi untuk mendukung investasi padat karya di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya sistem boarding school dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental kemandirian peserta didik.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN