28 C
Semarang
, 18 Januari 2026
spot_img

IPM Semarang Tembus 85,80, Program Pembangunan Dinilai Tepat Sasaran

Kota Semarang mendapat pengakuan dengan IPM 85,80 yang sangat tinggi, menunjukkan keberhasilan program pembangunan pemerintah.

SEMARANG,Jatengnews.id – Kinerja pembangunan Kota Semarang kembali menuai pengakuan. Pada tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini menembus angka 85,80 dan masuk kategori sangat tinggi, melampaui rata-rata IPM Jawa Tengah yang berada di level 74,77.

Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah kota berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca juga : Wali Kota Semarang Agustina Sebut Semarang Siap Jadi Rumah Sains

Tingginya IPM Semarang ditopang oleh sejumlah indikator utama, di antaranya Umur Harapan Hidup (UHH) yang mencapai 78,72 tahun, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 11,11 tahun, serta Harapan Lama Sekolah (HLS) yang berada di angka 15,58 tahun. Sementara itu, kemampuan daya beli masyarakat juga tercermin dari Pengeluaran Per Kapita (PPP) yang mencapai Rp17,40 juta per orang per tahun.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“IPM Kota Semarang yang jauh melampaui rata-rata provinsi menunjukkan bahwa program-program yang kami jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Angka harapan hidup yang mencapai 78 tahun menandakan kualitas kesehatan dan lingkungan kota yang semakin baik,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Pemkot Semarang, lanjut Agustina, terus memperkuat sektor kesehatan melalui perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC) serta penguatan layanan Posyandu Lansia di tingkat kelurahan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan berkelanjutan.

“Kami tidak hanya mengandalkan layanan rumah sakit, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk bagi para lansia. Selain itu, kami terus menambah ruang publik dan taman ramah lansia untuk mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial,” jelasnya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Daya beli masyarakat yang terjaga berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi, pendidikan, dan kesejahteraan secara menyeluruh. Dukungan infrastruktur yang inklusif serta jaminan sosial yang kuat menjadikan Semarang kian mantap sebagai kota ramah lansia.

Baca juga : Agustina-Iswar Bangun Rumah Inspirasi Wujudkan Semarang Inklusif

“Capaian IPM tahun 2025 ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen masyarakat. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar kesejahteraan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh warga Kota Semarang,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN