Beranda Daerah Ribuan Warga Terdampak Banjir di Kedung Banteng Demak

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Kedung Banteng Demak

Banjir Demak masih parah. Genangan air terus naik di Dukuh Kedung Banteng akibat hujan deras beberapa hari terakhir.

Banjir yang melanda Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. (Foto : Sam)
Banjir yang melanda Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. (Foto : Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Banjir yang melanda Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, hingga Rabu siang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan, genangan air di wilayah tersebut dilaporkan terus mengalami kenaikan akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir.

Banjir yang terjadi sejak Jumat lalu ini merendam rumah-rumah warga serta mengganggu akses jalan dan aktivitas masyarakat. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter di titik terdalam. Sejumlah rumah terlihat tergenang dan kemasukan air, sementara jalan desa turut terendam sehingga menyulitkan mobilitas warga.

Baca juga : Banjir Tridonorejo Demak Makin Parah Dua Dukuh Terendam hingga 35 Sentimeter

Kondisi tersebut memaksa banyak pengendara sepeda motor nekat melintasi genangan air. Akibatnya, tidak sedikit kendaraan mengalami mogok dan harus didorong oleh pemiliknya. Selain permukiman dan jalan, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum, seperti Kantor Balai Desa Wonorejo, sekolah, serta tempat ibadah.

Meski demikian, aktivitas pelayanan masyarakat di kantor balai desa dan kegiatan pembelajaran di sekolah masih tetap berjalan dengan penyesuaian kondisi. Menurut perangkat Desa Wonorejo, Nur Halim, banjir ini berdampak pada sedikitnya 4.000 jiwa.

“Warga saat ini masih bertahan di rumah masing-masing. Ada juga yang mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman,” ujar Nur Halim, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, selain disebabkan tingginya curah hujan, banjir di wilayah tersebut diperparah oleh limpasan air sungai akibat sipon pintu air di wilayah Kecamatan Gajah yang tidak berfungsi secara maksimal. Pemerintah desa pun berharap adanya penanganan segera dari pihak terkait, terutama perbaikan sipon pintu air agar aliran sungai kembali normal dan genangan air dapat segera surut.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak telah menerjunkan pompa air untuk mempercepat penyurutan genangan banjir di Desa Wonorejo. Secara keseluruhan, banjir masih menggenangi sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak hingga Rabu (14/1/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua unit pompa air berkapasitas besar ke sejumlah titik terdampak, yakni di wilayah Sayung dan Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar.

“Masing-masing pompa memiliki kapasitas penyedotan 500 liter per detik dan dioperasikan selama 24 jam non-stop untuk mempercepat penyurutan genangan,” jelas Suprapto.

Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi ke pos pengungsian. Namun, petugas terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi mengingat potensi curah hujan tinggi masih diperkirakan terjadi dalam satu bulan ke depan.

Baca juga : Banjir Rob Lumpuhkan Sayung 17 Desa Terendam

BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. (03)

Exit mobile version