SEMARANG, Jatengnews.id – Isu super flu yang belakangan ramai menjadi perhatian publik, namun para ahli menekankan bahwa kepanikan berlebihan tidak diperlukan. Tubuh manusia sesungguhnya telah dibekali pertahanan alami yang mumpuni untuk melawan virus, selama sistem imun terus dijaga dan diberdayakan melalui gaya hidup sehat.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med, profesor Patologi Anatomi sekaligus pendiri dan Direktur Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Dorong PDGI Jateng Aktif Program Speling
Menurutnya, manusia memiliki dua lapis sistem kekebalan, yakni imun bawaan dan imun adaptif.
“Sistem imun bawaan berfungsi sebagai penjaga awal yang langsung menyerang virus, sementara imun adaptif memiliki memori untuk mengenali dan melawan kembali virus yang sama,” ujar Prof. Agung Selasa (13/1/2026).
Ia menekankan, yang terpenting bukan rasa takut, melainkan bagaimana sistem imun terus diberdayakan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, termasuk menjaga kondisi psikologis agar tetap tenang.
“Stres terbukti menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu, ketenangan mental adalah bagian dari imunitas,” jelasnya.
Selain itu, asupan makanan alami juga berperan penting. Prof. Agung menganjurkan pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya herbal, seperti sambiloto, brotowali, kunyit, dan kembang lawang, yang dikenal memiliki efek antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung tren anti-aging dan panjang umur. Secara ilmiah, penuaan berkaitan dengan pemendekan telomer, yakni ujung DNA yang memendek seiring bertambahnya usia hingga sel mengalami kematian terprogram.
“Sains memang tidak bisa melawan takdir, tetapi bisa membantu memperpanjang usia produktif manusia,” katanya.
Baca juga: Speling Pemprov Jateng Sambangi Warga Kragilan Lereng Gunung Merbabu
Riset yang dilakukan SCCR Indonesia menunjukkan sejumlah herbal mampu menangkal radikal bebas yang mempercepat proses penuaan. Selain itu, praktik puasa atau fasting juga terbukti memicu autofagi, yakni mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel rusak dan menggantinya dengan sel baru.
“Sebenarnya tidak perlu aneh-aneh. Pola hidup sehat, makan alami, dan puasa sudah diwariskan sejak lama oleh nenek moyang kita,” tutup Prof. Agung.
Ia berharap masyarakat dapat menjalani hidup lebih sehat, produktif, dan tetap bugar hingga usia lanjut.(02)






