DEMAK, Jatengnews.id – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara beruntun serta terganggunya sistem pembuangan air.
Adapun, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak, bencana banjir tercatat terjadi di lima kecamatan dengan ribuan rumah warga terdampak.
Baca juga : Banjir Demak Rendam 7 Desa Akibat Tanggul Jebol
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan penanganan darurat terus dilakukan di seluruh wilayah terdampak dengan mengerahkan peralatan dan personel siaga.
“BPBD Kabupaten Demak bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan, mulai dari pompanisasi, distribusi logistik, hingga monitoring langsung di lapangan untuk mempercepat penurunan genangan air dan memastikan keselamatan warga,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Sayung. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama desa dengan ketinggian air 20–40 sentimeter dan permukiman warga sekitar 10 sentimeter. Sebanyak 668 rumah terdampak dengan total 963 kepala keluarga atau 3.854 jiwa. Selain itu, 200 hektare lahan persawahan, enam masjid, dan 10 sekolah turut terendam. BPBD Demak telah mengoperasikan mobile pump untuk mempercepat surutnya air.
Sementara itu di Desa Sayung, genangan air setinggi 20–40 sentimeter merendam jalan desa dan 10–20 sentimeter di permukiman. Sebanyak 1.195 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.495 KK atau 4.958 jiwa. Penanganan dilakukan melalui pengoperasian mobile pump dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, menjelaskan bahwa banjir di wilayah pesisir diperparah oleh kondisi rob.
“Wilayah Sayung merupakan daerah cekungan. Saat hujan deras bersamaan dengan rob tinggi, air tidak bisa mengalir ke sungai sehingga genangan bertahan cukup lama,” jelasnya.
Di Kecamatan Demak, banjir melanda Kelurahan Betokan, Desa Karangmlati, dan Kelurahan Mangunjiwan akibat meningkatnya debit Sungai Kalijajar serta tidak berfungsinya pintu air pembuangan. BPBD mendistribusikan dua unit mesin alcon dan karung zak untuk penanganan darurat di lokasi terdampak.
Adapun di Kecamatan Karanganyar, Desa Wonorejo mengalami banjir dengan ketinggian air di jalan mencapai 20–70 sentimeter dan di permukiman 5–15 sentimeter dengan tren meningkat. Sebanyak 1.932 rumah dan 6.129 jiwa terdampak.
“Aliran sungai avour menuju Sipon Gajah tidak berjalan normal, sehingga kami mengoperasikan mobile pump BPBD Provinsi Jawa Tengah dan pompa alcon untuk mempercepat pengurangan debit air,” tambah Suprapto.
Selain banjir, BPBD Demak juga menangani kejadian pohon tumbang di Dukuh Boyolangu, Desa Tlogoboyo, Kecamatan Bonang, akibat hujan lebat disertai angin kencang. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut.
Baca juga : Bupati Demak Tinjau Lokasi Banjir di Bonang Pastikan Layanan Warga Maksimal
BPBD Kabupaten Demak hingga kini masih menyiagakan posko siaga musim penghujan 2025–2026, melakukan pemantauan cuaca melalui BMKG, serta membuka layanan nomor darurat bagi masyarakat. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi di wilayah Demak. (03)






