28 C
Semarang
, 18 Januari 2026
spot_img

Hujan Ekstrem Picu Risiko Gagal Panen, Gubernur Jateng Instruksikan Asuransi Pertanian

Daerah yang terdampak segera laporkan dan ajukan asuransi gagal panen. Ini penting agar petani tidak menanggung risiko sendirian

SURAKARTA, Jatengnews.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengajukan asuransi gagal panen menyusul dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah.

Arahan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jateng Saat Mudik Lebaran

“Daerah yang terdampak segera laporkan dan ajukan asuransi gagal panen. Ini penting agar petani tidak menanggung risiko sendirian,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menyebutkan, hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara. Kondisi tersebut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menurunkan produksi pangan.

Gubernur meminta pemerintah kabupaten segera menyampaikan data luas lahan terdampak kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah untuk percepatan proses pengajuan asuransi.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi tidak dapat dihindari, namun dampaknya bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

“Standar operasional penanganan bencana harus diperkuat, mulai dari penetapan status darurat, pembentukan satgas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Waspada 30 Wilayah Jawa Tengah Dilanda Cuaca Ekstrem

Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa pencapaian ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh kepala daerah.

“Target ketahanan pangan tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi antara gubernur, bupati, dan wali kota,” tegasnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah mewujudkan swasembada pangan 2026, termasuk target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN